KALAM

Alhamdulillah, Bersyukur Tiada Akhir.

Oleh: Albar Sentosa Subari

 

Atha berkata, Suatu ketika saya bertanya kepada Aisyah Ra. Ceritakan sesuatu yang sangat menakjubkan dari Rasulullah Saw. Dia berkata. Perbuatan-perbuatan Rasulullah Saw yang manakah yang tidak menakjubkan.

Setelah itu Aisyah Ra bercerita. Pada suatu malam Rasulullah Saw datang ke rumah ku

Setelah tidur beberapa saat beliau berkata. Biarkan lah saya, saya ingin beribadah kepada Allah. Setelah berbicara demikian, beliau berwudhu lalu berdiri sholat menangis terisak Isak, sehingga air matanya membasahi dada beliau. Setelah itu beliau rukuk sambil menangis dalam rujuknya, lalu bersujud dan menangis pula dalam sujudnya, kemudian bangun dari sujud juga sambil menangis. Begitulah terus menerus Rasulullah Saw dalam keadaan menangis, sehingga Bilal Ra datang memanggil ( azan) untuk sholat subuh. Saya ( Bilal) bertanya, Ya Rasulullah, kenapa engkau bagitu banyak sekali menangis, padahal Allah, telah memaafkan dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Rasulullah Saw menjawab, Apakah tidak sepantasnya saya menjadi hamba Allah yang bersyukur.

Bagaimana suara hati anda ketika menyimak kisah di atas?.

Bayangkan Rasulullah Saw adalah manusia yang paling sempurna. Semua dosanya – jika ada- baik yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah SWT sebagaimana dikatakan oleh Bilal, tetapi beliau tetap ingin menjadi hamba Nya yang paling bersyukur. Barang kali, jika kita kedudukan seperti Rasulullah Saw, kita beribadah secukupnya saja. Toh, hal itu karena sudah ada jaminan ampunan Allah, seperti apa pun dosa kita.

Menjadi hamba bersyukur bagi Rasulullah Saw tidak semata mata mengatakan ” Alhamdulillah”, namun beliau mengimplementasikan makna syukur itu dalam bentuk menjadi hamba yang ahli ibadah. Ibadahnya Rasulullah Saw itu tidak bisa dikalahkan oleh siapapun.

Kenapa kita harus bersyukur? Allah menjawab nya dengan ” Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah ( nikmat) kepadamu ( QS; 14;7).

Secara bahasa syukur adalah pujian kepada yang telah berbuat baik atas apa yang dilakukan kepada nya. Syukur adalah kebalikan dari kufur.

Sementara syukur menurut istilah adalah penggunaan seluruh nikmat Allah SWT oleh seorang hamba – baik dalam bentuk pendengaran, penglihatan, hati maupun yang lain sesuai dengan tujuan penciptaannya.

Syukur terbagi menjadi empat, yaitu;

Pertama, syukur melalui ucapan, dengan cara menguji Nya dan menyebutkan berbagai nikmat Nya kepada manusia, yakni Engkau menyifati pemberi nikmat dengan sifat kedermawanan, kemuliaan dan sifat sifat yang menunjukkan penerimaan mu pada nikmat dan pengakuan mu terhadap rendahnya Maqom dari Maqom Pemberi nikmat.

Kedua, syukur dengan lidah, dapat dilakukan dengan cara memperbanyak zikir kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan.

Aisyah menyebutkan bahwa Rasulullah Saw selalu berzikir kepada Allah SWT pada setiap kesempatan dalam hidupnya. Diriwayatkan dari Zaid bin Aslam bahwa Nabi Musa berkata, Tuhan ku, Engkau telah memberi nikmat yang banyak kepada ku, maka berilah aku petunjuk agar dapat banyak bersyukur kepada Mu.

Baca Juga  Menjadi Lebih Baik Setiap Hari, Terus Memperbaiki Diri

Allah SWT berfirman, Berzikirlah engkau sebanyak banyaknya kepada Ku, maka engkau telah bersyukur banyak kepada Ku. Jika engkau melupakan Ku maka engkau telah kufur kepada Ku .

Ketika, syukur melalui hati. Allah SWT berfirman. Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka Allah lah ( datangnya)( QS; 16; 53).

Imam Sya’rani berkata, Syukur hati hanya dapat dicapai melalui keyakinan seseorang yang kukuh bahwa segala yang berada dalam genggamannya – baik nikmat, manfaat, kenyamanan, gerakan dan diam- adalah karunia dari Tuhannya bukan dari yang lain.

Semua itu agar syukur hamba melalui lidahnya sesuai dengan hatinya dan menggambarkan bahwa tidak adat yang memberi nikmat pada hamba tersebut selain Tuhannya Yang Maha Agung.

Keempat, syukur melalui anggota badan. Caranya dengan melaksanakan segala hal yang sudah diwajibkan oleh Allah SWT kepada manusia.

Ibnu Qudomah berkata, syukur anggota badan adalah menggunakan segala nikmat Allah SWT dalam melakukan ketaatan kepada Nya dan berupaya untuk memohon pertolongan agar dihindari dari kemaksiatan Nya.

Diantaranya dengan kedua mata adalah engkau menutupi segala aib seorang muslim yang terlihat. Syukur dengan dua telinga adalah engkau menutupi telinga dari setiap aib seseorang muslim yang engkau dengar. Semua itu termasuk kategori syukur pada anggota badan. Ingin bertambah nikmat?. Mudah. Perbanyaklah syukur kepada Allah SWT.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button