HAJI DAN UMROH

Manasik Haji Terintegrasi Kota Palembang Tekankan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan

Manasik Haji Terintegrasi Kota Palembang Tekankan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan

Laporan: Salamah Syahabuddin

BeiraBrita.com, Palembang— Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palembang menggelar Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 H/2026 M dengan mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Aula Serba Guna Asrama Haji Provinsi Sumatera Selatan, Palembang.

Manasik haji terintegrasi ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pemahaman jamaah haji sejak di tanah air, khususnya bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta perempuan yang membutuhkan pendekatan dan pendampingan khusus dalam pelaksanaan ibadah haji.

Kegiatan manasik secara resmi dibuka oleh Kepala Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, KH. Dr. Puji Raharjo.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji ke depan harus semakin berorientasi pada aspek kemanusiaan, kenyamanan, dan keselamatan jamaah.

Baca Juga  Prabowo Terbitkan Inpres Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah

“Haji bukan hanya soal rukun dan wajibnya, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik. Lansia, disabilitas, dan perempuan harus mendapatkan perhatian khusus agar dapat beribadah dengan tenang, aman, dan khusyuk,” ujar KH. Dr. Puji Raharjo di hadapan ribuan peserta manasik.

Ia juga menekankan pentingnya manasik terintegrasi sebagai sarana penyamaan persepsi antara pusat, daerah, hingga kecamatan dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada jamaah haji.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan, H. M. Arkan Nurwahidin, S.Ag., M.Pd.I, **Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palembang, H. Nanang Suherman, unsur Kejaksaan Negeri, TNI AL (Lanal), TNI AU (Lanud), perwakilan Pemerintah Kota Palembang, serta para pembimbing ibadah haji dan petugas terkait.

Dalam laporannya, H. Nanang Suherman menyampaikan bahwa manasik haji terintegrasi ini diikuti oleh sekitar 2.000 calon jamaah haji Kota Palembang dari berbagai kecamatan. Para peserta mendapatkan materi komprehensif terkait tata cara ibadah haji, kesehatan jamaah, manajemen perjalanan, hingga simulasi pelaksanaan haji yang ramah bagi kelompok rentan.

Baca Juga  Mega Wisata Kembali Berangkatkan Jamaah Umrah, Dirut dan Manajemen Turut Dampingi di Bandara

“Melalui manasik ini, kami ingin memastikan seluruh jamaah memiliki pemahaman yang benar, sekaligus kesiapan fisik dan mental. Pendekatan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan menjadi prioritas kami,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumsel, H. M. Arkan Nurwahidin, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun dalam penyelenggaraan manasik haji terintegrasi. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur pemerintahan dan aparat menjadi bukti komitmen bersama dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji yang berkualitas.

Kegiatan manasik berlangsung dengan tertib dan antusiasme tinggi dari para jamaah. Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti simulasi dan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mereka terkait teknis ibadah di Tanah Suci.

Dengan terselenggaranya manasik haji terintegrasi ini, diharapkan calon jamaah haji Kota Palembang tahun 1447 H/2026 M dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih siap, mandiri, dan khusyuk, sejalan dengan semangat pelayanan haji yang semakin inklusif dan berkeadilan.

Editor: Salamah Syahabuddin

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button