PENDIDIKAN

Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Sumatera Selatan

BritaBrita.com,PALEMBANG— Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal dengan tema Lingkungan Alam, Sosial, dan Budaya Sumsel Tahun 2026. Acara yang berlangsung, Rabu, 17 Juni 2026 di Aula Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel ini menekankan pentingnya literasi sebagai sarana pelestarian budaya.

Hadir juga sebagai narasumber yakni Dr. Sadiman, M.Pd. (DPK Kabupaten Banyuasin), Dr. Kemas. A.R. Panji, M.Si. (UIN Raden Fatah) dan Drs. Saudi Berlian (Universitas Sumatera Selatan).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Fitriana, S.Sos, M.Si melalui Sekretaris Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Hj. Lidia Purnama Sari, SE, M.Si menjelaskan bahwa Sumatera Selatan adalah salah satu pusat peradaban nusantara sejak masa Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang Darussalam. Jejak tradisi dan budaya masih hidup melalui ikon-ikon seperti Rumah Limas, Masjid Agung Palembang, Rumah Baghi Pagaralam, Jembatan Ampera, Songket, Jumputan, Kain Tapis, dan Kain Tanjung. Selain itu, Sumsel juga dikenal dengan komoditas unggulan seperti kopi, beras, karet, sawit, duku, durian, dan nenas, serta destinasi wisata yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

Baca Juga  Dies Natalia Ke 65 FH Unsri , Launching 65 Buku Karya Alumni dan Mahasiswa

Fitriana menegaskan bahwa semua kekayaan budaya dan alam tersebut harus dilestarikan agar tidak punah. Salah satu cara efektif adalah melalui tulisan. “Melalui Bimtek ini, kita akan menghasilkan antologi berisi esai tentang budaya lokal Sumatera Selatan. Tiga judul antologi akan lahir dari karya para peserta,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa literasi baca-tulis adalah dasar dari sembilan jenis literasi. Pemerintah Provinsi Sumsel telah berupaya meningkatkan literasi dengan mendirikan pojok baca di desa/kelurahan, namun tantangan masih ada, terutama dominasi media sosial. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak serta pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) menjadi solusi untuk memperkuat gerakan literasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, yang di wakilkan Kepala Bidang Pelestarian Bahan Pustaka, Icoronakagaawa, SKM.,M.Kes dalam laporannya menegaskan kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta terdiri dari pustakawan 45 orang, guru 38 orang, pelajar 21 orang pegiat literasi, 21 orang dan masyarakat umum 35 orang. Keberagaman peserta ini dianggap sebagai kekuatan besar untuk menghasilkan karya tulis yang kaya perspektif.

Baca Juga  Rahmah El Yunusiyah, Sang Pelopor Pendidikan perempuan Islam Dari Padang Panjang

Bimtek kepenulisan ini dilaksanakan dalam tiga tahap utama, yakni pembekalan, penulisan dan pengeditan naskah. Melalui tahapan ini, diharapkan kemampuan menulis peserta meningkat, konten lokal dimanfaatkan sebagai bahan literasi, dan karya tulis yang dihasilkan menjadi dokumentasi budaya yang bermanfaat bagi masyarakat.” Kegiatan ini bukan hanya menghasilkan karya tulis, tetapi juga menjadi langkah awal lahirnya penulis-penulis baru dari Sumatera Selatan yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional dengan identitas budaya daerah harus tetap menjadi ciri khas,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menulis adalah proses berpikir, refleksi, dan menyampaikan pesan. Dengan demikian, setiap karya yang lahir dari Bimtek ini akan menjadi saksi usaha masyarakat Sumsel dalam menjaga budaya, melestarikan alam, dan memperkuat nilai sosial. “Dengan melibatkan berbagai kalangan, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya tulis, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah. Literasi dijadikan jalan untuk memperkaya pengetahuan, memperkuat budaya, dan membangun masyarakat Sumsel yang lebih maju,” ucapnya. (sse)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button