
BritaBrita.com-Harga minyak dunia melanjutkan penurunan pada Rabu (26/8/2026). Penurunan terjadi di tengah meredanya kekhawatiran terhadap konflik militer di kawasan Teluk dan munculnya harapan tercapainya kesepakatan Iran-Oman untuk menjamin jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz.
Dilansir dari CNBC, Rabu (26/8/2026), harga minyak mentah Brent sebagai patokan internasional untuk pengiriman Oktober turun 2,08 persen menjadi 86,74 dollar AS per barrel pada pukul 02.41 waktu Eastern Time (ET). Baca juga: AS Ancam Sanksi untuk Negara Pembeli Minyak Iran, China Jadi Sorotan Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 2,37 persen menjadi 80,41 dollar AS per barrel.
Penurunan harga minyak terjadi setelah Amerika Serikat mengalihkan pendekatannya terhadap Iran dari kemungkinan tindakan militer ke tekanan ekonomi. Perubahan tersebut turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk.
“Kini sanksi AS terhadap Iran lebih ringan dari yang diperkirakan,” kata Kepala Pasar AJ Bell Dan Coatsworth. Menurut Coatsworth, penurunan harga minyak membantu pasar kembali lebih stabil. Imbal hasil obligasi pemerintah juga mulai turun setelah sebelumnya berada di level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Risiko Gangguan Pasokan Minyak dari Teluk Mereda CEO BankPro Paolo Broccardo mengatakan, pergeseran Amerika Serikat menjauh dari opsi militer telah mengurangi persepsi risiko terhadap pasokan minyak dari kawasan Teluk. Meski demikian, Amerika Serikat belum sepenuhnya menutup kemungkinan melakukan intervensi lainnya. Kondisi ini membuat pasar tetap mencermati perkembangan situasi di kawasan tersebut. Broccardo juga menyoroti adanya perkembangan dalam pembicaraan yang melibatkan Pakistan. Pembicaraan tersebut bertujuan meredakan ketegangan dan memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur ini sangat penting bagi perdagangan energi global karena menjadi rute utama pengiriman minyak dari negara-negara produsen di kawasan Teluk. 1 Barel Pun Tak Boleh Iran dan Oman Bahas Jalur Pelayaran Sementara Di sisi lain, Iran dan Oman tengah membahas pembentukan jalur pelayaran sementara bersama di Selat Hormuz. Pembahasan tersebut juga mencakup misi pembersihan jalur pelayaran. Langkah ini menjadi pendahuluan menuju pengaturan permanen mengenai pengelolaan Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Oman mengatakan, pengaturan pengelolaan Selat Hormuz dan solusi permanen akan dibahas lebih lanjut. “Pengelolaan Selat di masa depan dan solusi permanen akan menyusul pada waktunya,” kata Menteri Luar Negeri Oman melalui unggahan di media sosial.
Ia menambahkan, pembahasan dengan negara-negara mitra di kawasan akan dilakukan untuk mendukung perdamaian dan kerja sama. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga stabilitas serta kebebasan navigasi. Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang meredakan kekhawatiran pasar mengenai potensi gangguan terhadap arus perdagangan minyak melalui Selat Hormuz.
Dengan meredanya risiko konflik dan munculnya peluang untuk menjamin kelancaran pelayaran, tekanan terhadap harga minyak dunia pun berlanjut.



