
BritaBrita.com,JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan stok beras di ritel dalam kondisi aman, meski terdapat 25 izin merek beras fortifikasi dicabut dan ditarik dari pasaran.
Busan, sapaan Mendag, sejatinya menghormati proses hukum yang berjalan terhadap pemegang 25 merek beras fortifikasi. Pada kesempatan yang sama, dirinya turut memastikan bahwa Perum Bulog akan memasok Beras Kita sebanyak 1 juta ton. “Stok aman [enggak langka],” ujarnya di Kompleks Parlemen, Kamis (17/9/2026).
Bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kemendag akan terus berkoordinasi agar tak ada kelangkaan pasokan beras di ritel.
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Bulog untuk memastikan ketersediaan pasokan beras jenis premium, usai puluhan merek beras fortifikasi dicabut izinnya karena tidak sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Amran menyampaikan bahwa masyarakat tetap memiliki pilihan beras premium yang dipasok oleh Perum Bulog.
“Beras premium kami minta Bulog optimalkan pasokan karena stoknya banyak. Itu ke toko-toko ritel modern, itu segera dipasok. Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Sementara itu, Amran menegaskan akan menindak dan menghukum seberat-beratnya kepada pihak yang melakukan manipulasi beras fortifikasi. Pemerintah sebelumnya telah mengambil 198 sampel dari 11 provinsi besar di Indonesia. Hasilnya, terdapat 25 merek yang bermasalah karena tidak sesuai dengan label fortifikasi yang disampaikan. Misalnya, label tersebut menyebutkan kandungan B12 sebesar 30%, tetapi pada kenyataannya hanya 15% atau bahkan tidak ada sama sekali kandungan tersebut.
Berdasarkan hasil pengawasan dan pengujian sampel tersebut, potensi kerugian konsumen dari selisih harga produk diperkirakan mencapai Rp89 triliun. Angka tersebut berasal dari proyeksi beras fortifikasi memerlukan tambahan biaya produksi sekitar Rp1.000 per kilogram. Dengan demikian, harga jual produk yang memenuhi ketentuan tersebut diperkirakan berada di kisaran Rp13.500 per kilogram.
Namun, hasil pengawasan Bapanas menemukan adanya produk yang dipasarkan dengan harga rata-rata mencapai Rp23.385 per kilogram. Bahkan, harga tertinggi yang ditemukan mencapai Rp57.600 per kilogram, atau terdapat selisih hingga Rp44.100 per kilogram dibandingkan harga yang diperkirakan sesuai komponen biaya fortifikasi.
Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Palsu yang Izinnya Dicabut:
1. Idola Fortifikasi
2. Idola High Quality Whole Grain Rice
3. Idola Long Grain Rice
4. Ikan Mas Cupang
5. AAA Wijaya Kusuma
6. Cantik Manis
7.Penari Bangkok
8.Topi Koki Short Grain
9.Topi Koki Setra Royale
10. Topi Koki Long Grain Crystal
11. HOK-1 Gohan
12. Maknyuss Pulen Gizi
13. Anak Raja Fortifikasi
14. Anak Raja Nusantara
15. Top Anak Raja
16. PMS Induk Ayam
17. Sumo
18. Rasvit
19. FS Nutri Rice
20. Pelikan
21.Rice Rojolele
22.Super Kepala Beras Premium
23.111 Golden Number
24. Putri Koki
25.Wellfarm Beras Diabet



