NASIONALNEWS

Soal Kabut Asap Dampak Karhutla, Prabowo Tegaskan Keseriusan dan Sebut Ada Sabotase Namun Tak Jelaskan Sistem Mitigasi Agar Tak Terulang  

BritaBrita.com,Hambalang Bogor – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menyatakan keseriusannya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan dampaknya. Hal ini ditegaskannya dalam program Presiden Menjawab edisi ketiga yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang-Bogor belum lama ini, bersama jurnalis senior dan para pakar.

Presiden Prabowo menyoroti dampak kabut asap yang melanda berbagai daerah di tanah air dan bahkan menyeberang ke negara tetangga. Dalam beberapa pekan terakhir, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera menghasilkan asap pekat yang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dalam negeri, tetapi juga menimbulkan dampak lintas batas. Negara tetangga melaporkan kualitas udara menurun drastis, penerbangan terganggu, dan kesehatan masyarakat terancam.

Jurnalis Senior, Ratna Susilowati yang merupakan direktur pemberitaan rakyat merdeka menanyakan langsung kepada Presiden mengenai langkah diplomasi Indonesia menghadapi isu asap lintas negara. Ia menekankan bahwa kabut asap bukan hanya masalah domestik, melainkan juga ujian diplomasi regional.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan langkah besar-besaran untuk memperkuat mitigasi bencana, khususnya karhutla.

“Kita perlu ratusan helikopter untuk water bombing. Kita sudah pesan pesawat-pesawat besar, drone yang bisa menjatuhkan air, dan ribuan kendaraan pemadam kebakaran. Ini sudah saya antisipasi sejak tahun lalu,” jelasnya.

Baca Juga  KH Zulfa Mustofa Resmi Jadi Pj Ketum PBNU, Siap Akhiri Ketidakpastian Organisasi

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan teknologi modifikasi cuaca untuk menciptakan hujan buatan sebagai salah satu solusi mengurangi kebakaran hutan.Prabowo menekankan bahwa efisiensi anggaran menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas mitigasi. Dengan memangkas biaya seremonial, seminar, hingga belanja barang yang tumpang tindih antar kementerian, pemerintah berhasil menghemat hingga Rp300 triliun. Dana efisiensi tersebut dialihkan untuk memperkuat peralatan dan armada penanggulangan bencana.

“Efisiensi ini kunci keberhasilan kita sebagai negara mengatasi bencana. Begitu lihat titik api, segera terjunkan tim dengan sarana apapun. Jangan tunggu sampai meluas,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai diplomasi? Prabowo menegaskan bahwa Indonesia terbuka untuk bekerja sama dengan negara tetangga. Jepang, Tiongkok, dan Rusia disebut telah menawarkan bantuan teknologi pemadaman.

“Jepang akan mengirim kapal LST dengan tiga helikopter Chinook untuk water bombing. Tiongkok juga menawarkan bantuan, dan Rusia punya pesawat besar yang bisa mengambil air dari laut. Kita serius, masa ada negara yang menuduh kita tidak mengurus alam kita sendiri?” ungkapnya.

Prabowo menegaskan bahwa tuduhan Indonesia tidak serius menangani karhutla tidak masuk akal, karena justru rakyat Indonesia sendiri yang paling dirugikan oleh kabut asap.Presiden juga menyinggung adanya indikasi kesengajaan dalam pembakaran hutan. Ia menyebut aparat telah menangkap sejumlah orang di lapangan dan memeriksa 21 korporasi yang diduga terlibat.

Baca Juga  Kafilah Sumsel Disambut dan Dijamu Makan Malam oleh Pemprov Sumsel. 

“Ada yang naik motor malam hari bawa jeriken. Itu bukan buka ladang. Saya bicara dengan tokoh Dayak, mereka hidup dari hutan, masa mereka mau membakar sumber kehidupan mereka sendiri. Jadi ini harus kita cermati, bisa jadi ada sabotase,” kata Prabowo.

Kabut asap akibat karhutla juga berdampak pada ketahanan pangan. Fenomena El Nino memperparah kekeringan, namun Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap menghadapi krisis air dan pangan. Dengan cadangan beras lebih dari 5 juta ton dan pemanfaatan 11 juta hektar rawa yang selalu memiliki air sepanjang tahun, pemerintah optimis ketahanan pangan tetap terjaga.

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Indonesia serius menangani kabut asap dan karhutla. Bantuan internasional diterima sebagai bentuk kolaborasi, namun Indonesia tetap berkomitmen memperkuat kapasitas domestik.

“Yang saya sedih kalau memang ada orang-orang yang sengaja membakar hutan. Tapi kita sudah bekerja keras, dan dunia bisa melihat bahwa kita serius,” pungkasnya. (sez)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button