LIFESTYLE

Pindang Sumatera, Warisan Rasa Asam Pedas yang Kian Digemari Pecinta Kuliner

 

BritaBrita.com, Palembang — Kuliner khas Sumatera kembali mencuri perhatian pecinta makanan nusantara. Salah satu yang paling banyak diburu adalah pindang, sajian berkuah asam pedas dengan aroma rempah yang kuat, yang kini semakin populer di berbagai daerah, bahkan hingga ke luar pulau Sumatera.

Pindang dikenal sebagai hidangan khas dari Sumatera Selatan, khususnya Palembang dan sekitarnya. Berbahan dasar ikan sungai seperti patin, baung, gabus, atau ikan laut seperti tenggiri, pindang disajikan dengan kuah bening kekuningan yang kaya rasa asam, pedas, gurih, dan segar.

“Keunikan pindang itu ada pada keseimbangan rasanya. Asam dari nanas dan asam jawa, pedas dari cabai, serta gurih dari rempah dan ikan segar menyatu sempurna,” ujar Siti Aisyah, pelaku usaha kuliner pindang di kawasan Seberang Ulu, Palembang, Rabu (30/11/2025).

Ia menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir minat masyarakat terhadap pindang terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Banyak rumah makan khas Sumatera kini menjadikan pindang sebagai menu andalan.

Tak hanya lezat, pindang juga dikenal sebagai makanan sehat. Kandungan protein tinggi dari ikan, serta rempah seperti kunyit, lengkuas, dan serai membuat pindang dipercaya baik untuk daya tahan tubuh.

Baca Juga  Tunggu Tubang: Politik Pengelolaan Pusaka, Kedaulatan Pangan, dan Relevansi Gender dalam Sistem Kekerabatan Semende Kontemporer

“Selain enak, pindang itu menyegarkan badan. Kalau habis sakit atau capek, makan pindang rasanya cepat pulih,” kata Andri, salah satu pelanggan setia rumah makan pindang di Palembang.

Menariknya, setiap daerah di Sumatera memiliki ciri khas pindang masing-masing. Pindang Palembang cenderung berkuah bening asam segar, sementara pindang khas daerah Ogan Komering Ilir (OKI) lebih pedas. Di Lampung, pindang sering dimasak dengan tambahan kemangi yang kuat aromanya.

Kini, pindang tak hanya hadir di rumah makan tradisional, tetapi juga mulai dikemas secara modern dalam bentuk frozen food dan siap saji. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk membawa pindang ke pasar nasional.

Pindang bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya Sumatera yang sarat makna kebersamaan, karena biasanya disajikan untuk makan bersama keluarga besar.

Dengan citarasa yang khas dan kekayaan rempahnya, pindang Sumatera diyakini akan terus bertahan sebagai salah satu ikon kuliner nusantara yang dicintai lintas generasi.

Cara Membuat Pindang Patin Khas Sumatera Selatan

Selain lezat disantap di rumah makan, pindang patin juga bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan yang relatif mudah didapat. Berikut resep sederhana pindang patin khas Sumatera Selatan:

Baca Juga  Juarai Fornas VIII Atlet dijanjikan Diberi Bonus Tambahan

Bahan-bahan:

  • * 1 ekor ikan patin ukuran sedang (potong-potong)
  • * 1 buah nanas (potong kecil)
  • * 10 buah cabai merah
  • * 5 buah cabai rawit (sesuai selera)
  • * 5 siung bawang merah
  • * 3 siung bawang putih
  • * 2 ruas kunyit
  • * 2 ruas lengkuas (memarkan)
  • * 2 batang serai (memarkan)
  • * 3 lembar daun salam
  • * 2 lembar daun jeruk
  • * Asam jawa secukupnya
  • * Gula dan garam secukupnya
  • * Air secukupnya

Cara Membuat:

1. Haluskan cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan kunyit.

2. Rebus air hingga mendidih, masukkan bumbu halus, serai, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk.

3. Masukkan potongan nanas dan air asam jawa, biarkan mendidih hingga harum.

4. Masukkan potongan ikan patin, kecilkan api agar ikan tidak hancur.

5. Bumbui dengan garam dan gula secukupnya.

6. Masak hingga ikan matang dan kuah terasa asam pedas segar.

7. Angkat dan sajikan pindang patin selagi hangat.

Pindang patin paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat, sambal terasi, dan lalapan segar.

Editor: Rizky Mei

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button