NASIONAL

Kilas Balik Sejarah Kelahiran Pancasila

Oleh: Albar Sentosa Subari –  Mantan Ketua Koordinator BPIP Sumatera Selatan.

Berdasarkan historiografi ( penulis sejarah) tentang kelahiran Pancasila, dalam sidang sidang BPUPK yang pertama ada tiga orang, yang lebih daripada anggota yang lain, yang berusaha menjawab pertanyaan tentang dasar negara. Ketiga orang itu ialah Muhammad Yamin, Soepomo dan Soekarno. Penyebutan nama Yamin dalam penyebutan tiga pengusul tentang dasar negara Memerlukan klarifikasi. Sumber asli pidato Yamin dalam sidang BPUPK seperti yang tercantum dalam buku yang disusun oleh Yamin sendiri berjudul Naskah Persiapan Undang Undang Dasar 1945, jilid 1 terbit pada tahun 1959, hingga tulisan ini disusun belum ditemukan. ( Lihat Materi Dasar Pembinaan Ideologi Pancasila, 2020, halaman 18).

Apa yang ada adalah naskah tulisan tangan catatan pidato Yamin yang hanya terdiri dari dua halaman.

Berdasarkan catatan tulisan tangan dua halaman yang ada Yamin lebih banyak membahas bahan bahan pembentukan negara, penyusunan undang-undang dasar dan bagaimana menjalankan isi dasar negara. Sementara itu Soepomo sebagai ahli hukum tatanegara banyak membicarakan teori teori tentang negara berdasarkan perkembangan pemikiran politik dunia barat. Pada pemikiran yang disampaikan nya, Soepomo menekankan bahwa bentuk negara yang paling sesuai untuk rakyat Indonesia adalah yang mewujudkan persatuan antara negara dan seluruh rakyatnya, atau apa yang disebut sebagai negara integralistik. Gagasan dan semangat untuk membentuk negara integralistik mendominasi keseluruhan isi pidato Soepomo.

Baca Juga  Kapolri Bentuk Satgassus Penerimaan Negara, Novel Baswedan Jadi Wakil Kepala

Satu satunya orang yang menjawab secara utuh, lengkap dan komprehensif pertanyaan ketua sidang BPUPK tentang dasar negara Indonesia merdeka adalah Soekarno. Berpidato tanpa teks pada tanggal 1 Juni 1945 selama satu jam, yaitu pukul 9 -10.

Soekarno dengan jernih dan runtut mengupas satu persatu dasar negara Indonesia yang jumlahnya ada lima dan diberi nama Pancasila. Sebagai orang yang menyusun keanggotaan BPUPK dan ingin mendengarkan pandangan berbagai pandangan dari anggota yang lain. Soekarno memang ditempat kan secara khusus untuk menyampaikan gagasannya di hari terakhir sidang.. Dengan itu maka Soekarno dapat mendengar kan terlebih dahulu pandangan seluruh peserta sidang tentang apa yang akan menjadi dasar negara Indonesia, sebelum ia sendiri menyampaikan gagasannya.

Baca Juga  Catatan Idul Adha 1446 H : Oasis Solidaritas Sebelum Bumi Kehausan

Menurut Soekarno, apa yang diminta oleh ketua sidang hingga ia berpidato tetap belum terjawab. Menurutnya apa yang dikehendaki ketua sidang adalah philosophie groundslag ( dasar philosofis) dan waltanschauung ( pandangan hidup) dari negara Indonesia. Dasar filosofis dan pandangan hidup itu akan menjadi dasar filsafat, pemikiran, jiwa dan hasrat yang sedalam dalamnya serta terutama fondasi di mana negara Indonesia akan didirikan..

Pemikiran tentang hal ini bukan pemikiran sederhana dan dapat dilakukan dalam waktu singkat. Soekarno sendiri dalam biografinya mengatakan bahwa ia telah memikirkan tentang dasar negara bagi Indonesia merdeka sejak 16 tahun sebelum dia berpidato pada tanggal 1 Juni 1945.

Dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 24 tahun 2016 menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.

[

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button