Fajar Kurniawan Raih Gelar Doktor Dari UI dengan Kajian Sosok Kusni Kasdut
BritaBrita.com, JAKARTA-Universitas Indonesia (UI) hari ini menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik di Auditorium Tjan Tjoe Som, Gedung Hoesen Djaadinigrat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Depok. Acara tersebut menjadi momen penting bagi Fajar Kurniawan, yang resmi dipromosikan sebagai doktor dalam bidang Ilmu Pengetahuan Budaya setelah mempertahankan disertasi berjudul “Kusni Kasdut: Bandit Sosial dalam Kajian Historis 1945–1980.”
Dalam disertasinya, Fajar Kurniawan menyoroti sosok Kusni Kasdut, seorang figur kriminal pascakemerdekaan yang menempati posisi kontradiktif dalam ingatan masyarakat. Secara hukum, Kusni adalah pelaku kejahatan berat yang dijatuhi hukuman mati pada 1980. Namun, di ruang publik ia kerap dipandang dengan simpati melalui narasi perjuangan, ketidakadilan, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil. Penelitian ini menguji relevansi konsep social banditry Eric Hobsbawm dan mengusulkan gagasan baru tentang “banditisme sosial perkotaan” dalam konteks Indonesia pascakolonial.
Promotor disertasi, Prof. Dr. R. Tuty Nur Mutia, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa karya ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas kajian sejarah sosial Indonesia, khususnya dalam memahami relasi antara kriminalitas, kepahlawanan, dan mitos. Sementara itu, kopromotor Dr. Dwi Mulyatari, S.S., M.A., menambahkan bahwa penelitian ini berhasil menunjukkan bagaimana media dan memori kolektif berperan besar dalam membentuk legitimasi sosial seorang tokoh marginal.
Sidang promosi doktor ini turut dihadiri jajaran pimpinan UI, sivitas akademika, serta undangan dari berbagai kalangan. Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menyampaikan harapan agar karya akademik ini membuka ruang refleksi kritis mengenai cara masyarakat menulis, membaca, dan memaknai sejarah.
Dengan keberhasilan ini, Fajar Kurniawan resmi menyandang gelar doktor Ilmu Pengetahuan Budaya, sekaligus menambah khazanah penelitian sejarah sosial Indonesia melalui kajian mendalam atas sosok Kusni Kasdut yang kontroversial namun sarat makna dalam perjalanan bangsa.



