NEWSPENDIDIKAN

Fakultas Ekonomi UKB Gandeng Dunia Usaha dan Industri, Susun Kurikulum Adaptif untuk Cetak Lulusan Berdaya Saing Global

BritaBrita.com,PALEMBANG– Fakultas Ekonomi Universitas Kader Bangsa (UKB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perumusan Rencana Strategis, Visi, Misi, Tujuan dan Kurikulum bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Ruang Theater Lantai 4 Kampus Universitas Kader Bangsa, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri guna menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I UKB, Ias Muchlasin, S.H., M.H., yang mewakili Rektor UKB, Dekan Fakultas Ekonomi UKB Abdullah Rasjid, S.E., M.Si., para dekan lainnya, dosen, serta puluhan mahasiswa di lingkungan Universitas Kader Bangsa.

Turut hadir sebagai narasumber dari kalangan dunia usaha dan industri yakni Ardiansyah, S.Kom., M.M. selaku Direktur LSP Digital Informatika Indonesia, Joko NK Nugroho, S.T., M.M. selaku Pimpinan PT Pegadaian CP Kenten, serta Irna Agustine, S.I.Kom., CPC, CRBC, PCR selaku Owner Alisharmasya Corporation.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber memberikan berbagai masukan yang konstruktif terkait pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan.

Pembicara pertama, Ardiansyah, menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa melalui program pelatihan yang sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan teori akademik, tetapi juga harus dibekali keterampilan praktis yang memiliki nilai tambah di dunia kerja.

Ia mencontohkan, mahasiswa Program Studi Manajemen dapat diberikan pelatihan digital marketing, public speaking, hingga desain produk yang saat ini sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri. Kompetensi tersebut, lanjutnya, akan semakin bernilai apabila diuji dan mendapatkan sertifikasi resmi dari lembaga yang berwenang.

“Mahasiswa perlu diberikan pelatihan kompetensi yang mendukung bidang ilmunya. Setelah itu kompetensinya diuji dan tersertifikasi secara resmi. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah ketika mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Baca Juga  Ribuan Warga Ikut Lomba Jalan dan Senam Sehat HUT RI di Palembang

Ardiansyah juga menyarankan agar UKB mampu menyelaraskan mata kuliah yang ada dengan standar kompetensi yang dibutuhkan dalam program sertifikasi profesi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah akademik tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara profesional.

Sementara itu, Irna Agustine menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha merupakan langkah penting dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan nyata di lapangan. Menurutnya, kegiatan FGD ini menjadi wadah yang sangat baik untuk mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi dalam merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi.

“Bisnis dan dunia pendidikan di kampus sama pentingnya. Ini dapat menjadi ruang sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha maupun industri dalam pengembangan potensi, keterampilan serta pengalaman mahasiswa,” katanya.

Sebagai pelaku usaha yang bergerak di bidang produksi fashion, home decoration, dan souvenir melalui Alisharmasya Corporation, Irna memberikan masukan terkait penyempurnaan visi program studi. Ia mengusulkan agar visi yang disusun dapat mengarah pada pembentukan program studi manajemen yang unggul dan berintegritas di bidang kewirausahaan berbasis transformasi digital serta memiliki daya saing nasional menuju tingkat global pada tahun 2031.

Selain aspek kurikulum dan visi kelembagaan, Irna juga menekankan pentingnya pembentukan karakter kewirausahaan bagi mahasiswa. Menurutnya, kesuksesan dalam berbisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga keberanian untuk memulai, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta kemauan untuk terus berinovasi.

Ia menjelaskan bahwa ilmu-ilmu dasar seperti akuntansi, matematika, dan keterampilan komunikasi harus menjadi fondasi yang kuat bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia usaha.

“Kalau mau bisnis harus berani mulai, jangan khawatir gagal. Karena kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran menuju kesuksesan,” ungkapnya.

Baca Juga  Minat Studi Lanjut di UKB, Karyawan FIFGROUP Siap Daftar Kuliah

Pandangan senada juga disampaikan oleh Pimpinan PT Pegadaian CP Kenten, Joko NK Nugroho. Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa untuk mulai membangun kesadaran finansial sejak dini, salah satunya melalui kegiatan investasi.

Menurut Joko, investasi menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun masa depan yang lebih baik. Ia mencontohkan investasi emas yang saat ini dapat diakses dengan mudah melalui berbagai layanan yang tersedia di Pegadaian.

“Mahasiswa harus bisa memanfaatkan waktu dan uang yang dimiliki untuk berinvestasi. Investasi itu nantinya sangat bermanfaat. Harus dapat dimulai dari sekarang,” ujarnya.

Selain memberikan edukasi mengenai pentingnya investasi, Joko juga menyoroti perlunya penyelarasan kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Ia menilai bahwa kurikulum harus mampu menyeimbangkan antara teori dan praktik sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia profesional.

Menurutnya, dunia usaha membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di tempat kerja.

Menutup kegiatan tersebut, Wakil Rektor I UKB, Ias Muchlasin SH, MH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FGD yang melibatkan berbagai unsur dunia usaha dan dunia industri. Ia menegaskan bahwa masukan dari para praktisi sangat penting dalam proses perumusan rencana strategis dan kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia berharap kerja sama yang terjalin antara Universitas Kader Bangsa dan para mitra DUDI dapat menghasilkan berbagai program kolaboratif yang berdampak positif bagi mahasiswa maupun institusi.

“Melalui kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, kami berharap dapat melahirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperkuat kualitas lulusan, serta membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” katanya.

(tem)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button