NASIONALNEWS

Tragedi Kabut Asap Palembang, Wali Kota Siapkan Tabung Oksigen

BritaBrita.com,PALEMBANG-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengepung Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (4/10/2026). Kondisi semakin mengkhawatirkan karena kabut asap tidak hanya bertahan pada siang hari, tetapi juga kian pekat hingga malam.

Buruknya kualitas udara membuat warga Palembang terpapar asap dan partikulat halus PM2.5 yang berisiko mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan. Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palembang menyiagakan layanan kesehatan di 18 kecamatan.

Posko kesehatan hingga fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan diminta siap merespons warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Fasilitas tersebut juga disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya keluhan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi menghadapi memburuknya kualitas udara akibat karhutla.

“Penanganan di lapangan, termasuk penyiapan tabung oksigen dan ruang pemulihan di fasilitas kesehatan setempat,” kata Ratu Dewa kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).

Baca Juga  Karang Taruna Perkuat Peran Pemuda dalam Membangun Kota

Menurutnya, layanan kesehatan harus disiapkan hingga tingkat wilayah agar warga yang mengalami gangguan pernapasan dapat segera memperoleh penanganan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang juga menyiapkan posko kesehatan di kantor-kantor kecamatan serta puskesmas untuk mengantisipasi meningkatnya keluhan kesehatan masyarakat.

“Kita membutuhkan tindakan mitigasi yang merata hingga ke tingkat wilayah terbawah, selain membuka posko kesehatan di setiap kantor kecamatan dan puskesmas,” ujarnya.

Ratu Dewa menjelaskan, memburuknya kondisi udara di Palembang tidak hanya dipicu oleh kebakaran yang terjadi di dalam wilayah kota. Asap juga terbawa angin dari sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan yang masih menghadapi karhutla.

Kondisi tersebut membuat paparan asap di Palembang semakin parah, terutama ketika pergerakan udara tidak mampu mengurai konsentrasi asap di lapisan permukaan.

Baca Juga  FKK dan FE UKB Palembang Bagikan Ribuan Masker Medis Gratis di Tengah Kabut Asap

Pemkot Palembang, lanjut Ratu Dewa, telah melakukan penanggulangan terhadap titik api yang berada di sejumlah wilayah kota. Namun, upaya tersebut dinilai tidak cukup jika kebakaran lahan di wilayah lain masih terus terjadi.

“Kita tidak bisa melakukan sendiri. Kita mengajak masyarakat bersama-sama menjaga dan tidak membakar lahan. Pemerintah kabupaten juga harus bersama melakukan pencegahan agar tidak terjadi pembakaran lahan,” tegasnya seperti dilansir Beritasatu.com.

Pemkot Palembang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara memburuk. Warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di tengah kondisi berasap.

“Pemerintah daerah pun didorong memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla secara bersama-sama agar kabut asap tidak semakin parah dan berlarut-larut,” tutupnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button