PENDIDIKAN

Perkuat Pilar Organisasi, Aisyiyah Palembang Gelar Muspimda 1 Menuju Perempuan Berkemajuan

Perkuat Pilar Organisasi, Aisyiyah Palembang Gelar Muspimda 1 Menuju Perempuan Berkemajuan

MyMegaWisata.com, PALEMBANG, 16 Januari 2026 – Bertempat di Aula Gedung Djakfar Murod, Universitas Muhammadiyah Palembang, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Palembang resmi menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) 1.

Mengusung tema strategi “Penguatan Kepemimpinan dan Konsolidasi Organisasi Menuju Gerakan Perempuan Berkemajuan di Kota Palembang”, acara ini menjadi momentum krusial bagi arah gerak dakwah perempuan di Bumi Sriwijaya.

Acara yang berlangsung pada Jumat, 27 Rajab 1447 H ini, dihadiri oleh kurang lebih 150 peserta yang merepresentasikan kekuatan struktural Aisyiyah, mulai dari jajaran Pleno PDA, Majelis dan Lembaga, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), hingga utusan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah.

Laporan Persiapan dan Sinergi Lintas Sektoral

Ketua Panitia, Nur Azizah, S.Ag., M.Pd.I. , dalam laporannya menyampaikan bahwa perhelatan besar ini merupakan hasil kerja keras kolektif selama satu bulan penuh. Muspimda ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari jajaran Pleno PDA, Majelis dan Lembaga, utusan 9 Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), hingga perwakilan Organisasi Otonom (Ortom).

“Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari semangat gotong royong dan dukungan luar biasa dari berbagai pihak, mulai dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, UNISA, RS Muhammadiyah Palembang, Fakultas Ekonomi UMP, hingga Lazismu Kota Palembang serta semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Ini adalah bukti nyata soliditas keluarga besar Muhammadiyah,” ungkap Nur Azizah dengan penuh rasa syukur”, ujar Nur Azizah.

Kepemimpinan sebagai Teladan dan Amanah Ilahi

Ketua PDA Kota Palembang, Malida Somadi, M.Pd. , Memberikan Berbagai yang menggugah semangat para kader. Karena ditekankan bahwa di tengah arus perubahan sosial yang begitu cepat, kader Aisyiyah dituntut untuk tetap teguh pada amanah dan menjaga persatuan.

Baca Juga  Program Garuda: Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia

“Kehadiran Ibu-Ibu hari ini adalah wujud nyata komitmen kita terhadap amanah organisasi. Di tengah tantangan zaman, Aisyiyah harus solid dan tidak boleh terpecah-belah dalam bidang dakwah apa pun. Kita harus mewujudkan persatuan yang nyata,” tegas Malida.

Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinan dalam Aisyiyah bukan sekedar membangun struktur, tetapi membangun jiwa. Berlandaskan QS. An-Nisa ayat 8 dan Ali Imran , ia mengajak pemimpin untuk menjadi teladan yang kokoh dengan nilai-nilai Islam.

“Singkirkan setiap duri yang menghalangi jalan dakwah kita. Jadikan setiap hambatan sebagai pelajaran yang mendewasakan. Harapan saya, dari forum ini lahir program-program produktif yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, menjadikan Aisyiyah kian berdaya dan berkemajuan,” tambahnya sambil mengutip QS. An-Nahl ayat 97 tentang pentingnya beramal saleh bagi laki-laki maupun perempuan.

Apresiasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Kota Palembang Prof.Dr.Muhammad Mawangir, M.Ag . Dalam berbagai hal, beliau memandang Muspimda sebagai kompas bagi organisasi dalam merealisasikan program kerja yang relevan.

“Muspimda berfungsi untuk menyusun agenda yang mampu menjawab situasi terkini, baik di tingkat lokal maupun nasional. Ini adalah momen evaluasi kepengurusan sekaligus persiapan matang untuk jenjang musyawarah berikutnya. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang terus menyatakan dan memperbaiki diri,” tuturnya.

Visi Strategi dan Percepatan Gerakan

Senada dengan hal tersebut, Ketua PWA Sumatera Selatan Hanif El Islami,S.Pd,MM memberikan Arahan tajam mengenai definisi ‘Perempuan Berkemajuan’. Menurutnya, Aisyiyah adalah organisasi yang ‘hidup’ dan harus digerakkan oleh tokoh-tokoh yang cerdas.

Baca Juga  Lagi-Lagi Guru Diberi Tugas Tambahan dalam Program MBG

“Pemimpin dan pengurus itu berbeda. Menjadi pemimpin berarti menunjukkan moralitas dan keteladanan yang tinggi. Aisyiyah itu artinya hidup, maka gerakannya pun harus menghidupkan,” pesan Hanif El Islami.

Beliau menyoroti tiga poin utama yang harus dihasilkan dalam Muspimda kali ini:

Evaluasi dan Laporan Pertanggungjawaban: Menilai sejauh mana program kerja telah menyentuh akar rumput.

Perancangan Strategi Baru: Menyusun langkah-langkah taktis untuk menjawab tantangan zaman.

Percepatan Gerakan: sinkronisasi, koordinasi, dan informasi berjalan lancar dari tingkat Daerah hingga ke Ranting.

Pembekalan Ideologi dan Organisasi

Penyusunan Muspimda diawali dengan penguatan materi ideologi oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Ridwan Hayatuddin,SH.MH. Dalam pemaparannya, beliau mengingatkan para kader bahwa setiap peluh dan tenaga yang dikeluarkan di Muhammadiyah dan Aisyiyah bukanlah sekadar untuk jabatan, melainkan sebagai investasi amal jariyah untuk bekal di akhirat kelak.

“Apa yang kita lakukan di Muhammadiyah ini bukan untuk sekedar mengejar jabatan pemimpin atau pengurus. Semua keringat dan tenaga ini adalah investasi kita, bekal yang akan kita bawa saat menghadap Allah SWT di akhirat nanti,” pesannya yang disambut dengan suasana khidmat oleh para hadirin.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan materi mendalam mengenai Ke-Aisyiyah-an yang dipaparkan oleh Hj. Nurmawati, MM , yang mengupas tuntas tentang jati diri dan ruh perjuangan organisasi. Acara yang dipandu oleh Eti Nurpita Purnamasari, MT selaku MC ini pun berlanjut pada sesi pleno laporan-laporan program kerja dari tiap-tiap divisi.

Dengan terselenggaranya Muspimda 1 ini, PDA Kota Palembang optimis dapat melahirkan program-program yang lebih produktif, inklusif, dan mampu menjawab permasalahan nyata yang dihadapi kaum perempuan dan masyarakat luas di Kota Palembang.(aw)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button