PENDIDIKAN

Dari PHK Menjadi Pengusaha Sukses, Gatot Kartiko Bagikan Inspirasi kepada Mahasiswa FEB Universitas Tridinanti

Di hadapan mahasiswa, Gatot Kartiko membagikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Sebelum menjadi pengusaha, ia pernah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kondisi tersebut sempat menjadi masa sulit dalam kehidupannya.

Bandar Lampung, Brita-Brita.com

Kisah perjuangan membangun usaha dari nol menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tridinanti yang melaksanakan kunjungan edukasi ke Griya Batik Gabovira Lampung, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kegiatan yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr M Ima Andriyani, SE, MSi, mahasiswa mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan pendiri sekaligus pemilik Griya Batik Gabovira Lampung, Gatot Kartiko.

Di hadapan mahasiswa, Gatot Kartiko membagikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Sebelum menjadi pengusaha, ia pernah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kondisi tersebut sempat menjadi masa sulit dalam kehidupannya. Namun, keadaan itu justru mendorongnya untuk bangkit dan mencoba membangun usaha sendiri.

Dengan modal sekitar Rp3 juta, Gatot Kartiko memulai usahanya pada tahun 2000. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari keterbatasan modal, minimnya pengalaman usaha, hingga ketidakpastian pasar. Meski demikian, ia memilih untuk terus melangkah dan menjadikan setiap hambatan sebagai proses pembelajaran.

“Saat itu saya tidak memiliki modal yang besar. Yang saya miliki hanyalah keyakinan dan kemauan untuk mencoba. Kalau kita tidak berani memulai, kita tidak akan pernah tahu hasil yang akan kita dapatkan,” ungkapnya saat memberikan pemaparan kepada mahasiswa.

Materi yang disampaikan lebih banyak membahas perjalanan pengembangan usaha serta pengalaman nyata dalam menghadapi berbagai tantangan dunia bisnis. Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh ketekunan, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan.

Baca Juga  Pelemahan Rupiah: Daya Beli Terancam, Biaya Hidup Membengkak

Selain mendengarkan pemaparan materi, mahasiswa juga diperlihatkan video proses produksi batik yang menampilkan tahapan pembuatan produk dari awal hingga siap dipasarkan. Tayangan tersebut memberikan gambaran mengenai proses kerja dan kreativitas yang dibutuhkan dalam mengembangkan sebuah usaha berbasis industri kreatif.

Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait strategi usaha, tantangan dunia bisnis, serta pengalaman yang diperoleh narasumber selama menjalankan usahanya.

Salah satu peserta kunjungan, Agustian, mengangkat pertanyaan yang dekat dengan kondisi generasi muda saat ini.

“Banyak anak muda memiliki keinginan untuk menjadi wirausaha, tetapi sering kali dihadapkan pada rasa takut gagal, takut rugi, dan takut usaha yang dijalankan tidak berhasil. Bagaimana cara menghadapi ketakutan tersebut?” tanyanya.

Menanggapi pertanyaan itu, Gatot Kartiko memberikan jawaban yang langsung disambut perhatian peserta.

“Jangan takut gagal sebelum mencoba. Bagaimana kita bisa tahu hasilnya kalau kita belum pernah melangkah? Dalam usaha, kegagalan itu hal yang biasa. Dari kegagalan kita belajar, mengetahui letak kesalahan, lalu memperbaikinya. Yang terpenting adalah berani memulai dan tidak berhenti belajar,” jawabnya.

Baca Juga  Kelas Jurnalisme AJI Palembang Bahas Strategi Distribusi Liputan Energi di Media Sosial

Bagi mahasiswa, jawaban tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama kunjungan berlangsung. Kisah perjalanan hidup yang disampaikan secara langsung memberikan gambaran nyata bahwa kesuksesan tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan dan pembelajaran.

Dosen Pembimbing Lapangan Dr Ima Andriyani menilai kegiatan kunjungan edukasi seperti ini penting untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia kerja dan dunia usaha. Melalui interaksi langsung dengan pelaku UMKM, mahasiswa dapat melihat bagaimana teori yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam praktik nyata.

Kunjungan ke Griya Batik Gabovira Lampung tidak hanya memberikan wawasan mengenai pengembangan usaha, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi mahasiswa untuk berani mengambil peluang, menghadapi tantangan, dan terus belajar dalam meraih cita-cita.

Bagi peserta, kisah Gatot Kartiko menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai keberhasilan selama ada kemauan, keberanian, dan kerja keras untuk terus maju.

Reporter: Kelompok 2

1. Agustian (2301110154)
2. Patio Mual Wijaya Purba (2301110152)
3. Muhammad Dihkan Pasha (2301110135)
4. Muhammad Rizki (2301110133)
5. MGS. Ahmad Alfathurrahman S (2301110163)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button