FKK dan FE UKB Palembang Bagikan Ribuan Masker Medis Gratis di Tengah Kabut Asap
BritaBrita.com,PALEMBANG– Sejumlah dosen dan civitas akademika Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Kebidanan dan Keperawatan (FKK) Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang turun langsung ke jalan membagikan ribuan masker medis gratis kepada masyarakat yang melintas di depan kampus UKB Jalan Mayjen HM Ryacudu Palembang, Sabtu (5/9/2026) pukul 09.00 WIB. Aksi ini menjadi bentuk nyata kepedulian kampus terhadap kondisi udara Palembang yang semakin memburuk akibat pekatnya kabut asap disebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dekan Fakultas Ekonomi UKB, Abdullah Rasjid, SE, M.Si, dan Dekan Fakultas Kebidanan dan Keperawatan UKB, Bdn Bina Aquari, S.ST, SKM, M.Kes. Keduanya bersama mahasiswa dan dosen UKB lainnya turun langsung ke lapangan, menyapa masyarakat, dan menyerahkan masker medis secara cuma-cuma.

Menurut Bdn Bina Aquari, dari FKK menyiapkan 1000 masker medis gratis, yang dikemas dalam 20 box dengan masing-masing box berisi 50 masker. Belum lagi dari fakultas ekonomi juga membagikan masker medis dalam jumlah yang cukup banyak. “Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan masyarakat dalam hal kesehatan untuk menghadapi kabut asap yang semakin pekat di Palembang,” ujarnya.
Ia pun menghimbau agar masyarakat terutama anak-anak dan lansia dapat sesering mungkin memakai masker jika keluar rumah. Hal ini membantu mengurangi paparan polutan dan melindungi saluran pernapasan dari partikel kasar akibat kabut asap.

Aksi ini disambut hangat oleh warga sekitar. Banyak pengendara motor, pejalan kaki, penumpang angkot hingga pedagang kecil yang menerima masker dengan senang. Salah satunya adalah Firman, pedagang jus buah di sekitar kampus. Ia mengaku kondisi kesehatannya mulai menurun akibat paparan kabut asap.
“Penciuman saya mulai berkurang, sering flu, mata berair dan badan terasa lemah. Terima kasih atas bantuan masker gratis ini. Kami berharap kabut asap segera berakhir dan kualitas udara kembali normal,” ungkap Firman dengan nada penuh harapan.

Pejalan kaki yang melintas di depan kampus UKB, Amrullah mengaku bersyukur. Dia berharap kepedulian kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan. “Terima kasih UKB. Maskernya langsung aku pakai biar tidak sesak dan lebih sehat karena kabut asap,” ujarnya.
Adapun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memang menjadi masalah tahunan di Sumatera Selatan. Palembang sebagai ibu kota provinsi sering menjadi wilayah yang paling terdampak. Aktivitas masyarakat terganggu, kesehatan menurun, dan kualitas udara mencapai level berbahaya.
Pembagian masker medis oleh UKB menjadi langkah kecil namun bermakna. Masker medis dinilai lebih efektif menyaring partikel berbahaya dibanding masker kain biasa, sehingga dapat membantu masyarakat bertahan di tengah kondisi udara yang buruk.
Dekan Fakultas Ekonomi, Abdullah Rasjid, menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam penanggulangan dampak kabut asap. “Masker gratis ini kita bagikan juga kepada mahasiswa di kampus. Karena kami melihat masih banyak mahasiswa dan karyawan lainnya yang belum memakai masker,”katanya. Dari fakultas ekonomi menyiapkan lima box masker medis berisi 50 masker tiap boxnya.
Beberapa warga lain juga menyampaikan rasa terima kasih. Seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di sekitar kampus mengatakan bahwa anak-anaknya sering batuk akibat asap. “Masker ini sangat membantu. Kami berharap pemerintah juga lebih serius menangani karhutla,” ujarnya.
Seorang mahasiswa dari kampus lain yang kebetulan melintas juga mengapresiasi aksi UKB. “Ini contoh nyata bagaimana kampus bisa berkontribusi langsung. Semoga semakin banyak kampus yang melakukan hal serupa,” katanya. (rot)



