ARTIKEL

Perlu Sikap Bijak dalam Penggunaan Air di Tanah Suci

 

IBADAH haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh tantangan fisik dan mental. Di tengah suhu ekstrem dan aktivitas padat, air menjadi elemen Vitaly yang tak tergantikan.

Namun, sayangnya, banyak jamaah haji yang kurang menyadari pentingnya konservasi air, seringkali menggunakan air secara berlebihan seperti di tanah air yang kaya sumber daya air.

Bagaimana kondisi penggunaan air oleh jemaah haji selama di Tanah Suci, berikut ulasan KH Agus Jaya , Lc, M.Hum, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 19 Sumsel, yang sekarang berada di Makkah Al-Mukaramah.

Saat ibadah haji tahun 1446 H /2025 M ini, jamaah menghadapi kondisi cuaca yang sangat panas, dengan suhu yang dapat mencapai 42–50°C. Dalam kondisi ini, kebutuhan akan air meningkat drastis untuk mencegah dehidrasi dan menjaga kesehatan tubuh. Para ahli kesehatan menyarankan agar jamaah mengonsumsi setidaknya 2–3 liter air per hari untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah heat stroke .

Selain untuk konsumsi, air juga digunakan dalam berbagai aktivitas ibadah seperti wudhu, mandi wajib, dan membersihkan diri. Air zamzam, yang tersedia di Makkah dan Madinah, menjadi pilihan utama karena keutamaannya dalam Islam .

Baca Juga  Sikap Tegas Republik Indonesia Terhadap Israel.

Meskipun air sangat penting, terdapat fenomena pemborosan air di kalangan jamaah haji. Data menunjukkan bahwa setiap pemondokan jamaah haji Indonesia rata-rata menghabiskan 2.400 ton air selama musim haji . Kebiasaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh asumsi bahwa ketersediaan air di Arab Saudi sama melimpahnya dengan di Indonesia.

Namun, kenyataannya, Arab Saudi adalah negara dengan sumber daya air yang terbatas. Pemerintah setempat telah menghimbau jamaah untuk menggunakan air, khususnya air zamzam, secara bijak dan membatasi penggunaannya hanya untuk diminum .

Islam mengajarkan umatnya untuk menggunakan air secara hemat dan bijaksana. Dalam Surah Al-Maidah ayat 6, Allah SWT berfirman tentang tata cara bersuci:

*”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku…”* .

Nabi Muhammad SAW juga memberikan contoh penggunaan air yang efisien. Beliau berwudhu dengan air sebanyak satu mud (sekitar 0,75 liter) dan mandi dengan satu sha’ (sekitar 3 liter) . Ini menunjukkan bahwa penggunaan air dalam bersuci tidak harus berlebihan.

Baca Juga  RI Kutuk Penembakan di Pantai Bondi Australia yang Tewaskan 15 Orang

Menumbuhkan Kesadaran dan Tanggung Jawab

Untuk menjaga keberlangsungan ibadah haji dan lingkungan, penting bagi jamaah untuk:

1. Menggunakan Air Secukupnya: Ikuti contoh Rasulullah SAW dalam menggunakan air secara efisien saat bersuci.

2. Menghormati Air Zamzam: Gunakan air zamzam sesuai anjuran, yaitu untuk diminum, dan hindari penggunaannya untuk keperluan lain yang tidak dianjurkan.

3. Meningkatkan Edukasi: Pihak terkait perlu memberikan edukasi kepada jamaah tentang pentingnya konservasi air dan dampak dari pemborosan air.

Dengan memahami pentingnya air dan menggunakannya secara bijak, jamaah haji tidak hanya menjaga kesehatan dan kelancaran ibadah, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Air adalah anugerah yang harus dijaga, terutama di tanah suci yang penuh berkah. (ica)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button