
RHESUS Dideklarasikan di Palembang
Gerakan Orangtua Asuh untuk Membangun Peradaban Keluarga
BritaBrita.com, Palembang, Selasa 28 April 2026 – Sebuah terobosan baru dalam membimbing orangtua mengelola rumah tangga lahir di Kota Palembang. Organisasi kemasyarakatan bernama RHESUS (Rumah Hening Sumatera Selatan) resmi diikrarkan sebagai wadah pembinaan keluarga dengan pendekatan orangtua asuh.
Gerakan ini hadir dengan semangat membangun kesadaran bahwa keluarga adalah fondasi utama peradaban. RHESUS memfokuskan diri pada pembinaan hubungan antara orangtua dan anak, terutama dalam membentuk adab, karakter, serta kecerdasan intelektual generasi muda.
Palembang dipilih sebagai titik awal gerakan, sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan yang strategis dalam memulai perubahan sosial berbasis keluarga.
Visi Besar: Keluarga sebagai Pilar Peradaban
Para penggagas RHESUS sepakat bahwa tantangan zaman menuntut peran orangtua yang lebih sadar, terarah, dan terdidik dalam mendidik anak-anaknya.
Melalui pendekatan orangtua asuh, RHESUS ingin menghadirkan pola pembinaan yang tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga sistematis, edukatif, dan berkelanjutan.
Mereka berkumpul, menyatukan visi dan misi, untuk membangun gerakan sosial yang mampu menjawab persoalan mendasar dalam keluarga—yakni pengasuhan yang seringkali belum terarah di tengah arus perubahan zaman.
Program Perdana: SAPA Palembang
Sebagai langkah awal, RHESUS meluncurkan program: SAPA Palembang (Sadar Pengasuhan Anak di Kota Palembang)
Program ini dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang akan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, mulai dari Pemerintah Kota Palembang, hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan RT/RW.
Harapannya, akan lahir kesepahaman bersama dalam membangun pola pengasuhan anak yang berbasis nilai, adab, dan kecerdasan.
Tokoh-Tokoh Penggerak RHESUS
RHESUS diperkuat oleh tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan, sosial, media, dan pemberdayaan masyarakat:
Eva Susanti, tampil sebagai Ketua Pembina, dikenal sebagai figur nasional ( Anggota DPD RI) yang konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah.
Bangun Lubis, M.Si, sebagai Anggota Pembina, merupakan akademisi sekaligus wartawan senior yang lama berkecimpung dalam dunia pendidikan dan pemikiran sosial.
Syamsu Riyadi, M.Pd, Ketua Umum, dikenal sebagai tokoh pendidikan yang aktif dalam pembinaan generasi muda.
Tedy Dwi Fany, M.Si, sosok pemuda yang aktif dalam gerakan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Awirudin, M.Pd, yang juga dikenal sebagai penggerak kegiatan kepemudaan berbasis pendidikan.
Agus Harizal, ST, sosok jurnalis, yang sangat peduli dalam mengetengahkan berbagai soalan masyarakat dalam usaha mencerdaskan dan literasi yang behubungan dengan masyarakat luas.
Nora Djuwita, M.Pd.I,* figur perempuan yang memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik dan pendidikan keislaman.
Khofifah, M.Si, representasi akademisi muda yang aktif dalam pengembangan pemikiran pendidikan keluarga.
Suci, SH yang dikenal melalui karya-karya digitalnya dalam membangun kesadaran publik.
Syaiful, yang memiliki jaringan luas dalam dunia komunikasi dan informasi.
Ir. Salamah Syahabudin, MP, yang aktif dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga.
Selain itu, RHESUS juga didukung oleh para psikolog dari UIN Raden Fatah serta akademisi psikologi dari Universitas Sriwijaya, bersama para relawan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pembinaan keluarga.
Harapan: Membangun Generasi Beradab dan Berilmu
RHESUS diharapkan menjadi gerakan moral dan intelektual yang mampu meningkatkan kesadaran orangtua dalam pengasuhan, membentuk anak-anak yang beradab, serta menguatkan ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman.
Dengan langkah awal dari Palembang, RHESUS optimis dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, bahkan menjadi model pembinaan keluarga berbasis nilai di tingkat nasional.
Di tengah dunia yang bergerak cepat, keluarga seringkali terabaikan.
Padahal dari rumah yang tenang—rumah yang hening—lahir jiwa-jiwa yang kuat.
RHESUS hadir mengingatkan, bahwa membimbing anak bukan sekadar tugas, melainkan amanah besar dalam membangun peradaban.
@bangbangunlubis



