100 Tokoh Islam Terkemuka Dunia Sepanjang Zaman: Cahaya bagi Peradaban Manusia
100 Tokoh Islam Terkemuka Dunia Sepanjang Zaman: Cahaya bagi Peradaban Manusia
Oleh: Bangun Lubis – Wartawan Muslim
Sejarah Islam tidak hanya diisi oleh perang, perluasan wilayah, dan kekuasaan politik, tetapi lebih dalam dari itu: ia dipenuhi oleh tokoh-tokoh agung yang membangun peradaban dengan ilmu, akhlak, dan ketakwaan. Dari para nabi, sahabat, ulama mazhab, mufassir, sufi, pemikir modern, hingga ulama Nusantara—mereka adalah cahaya bagi dunia.
Rasulullah SAW pernah bersabda: “Para ulama adalah pewaris para nabi.”(HR. Tirmidzi)
Hadis ini menjadi pondasi mengapa tokoh-tokoh Islam dihormati bukan karena kekuasaan, tetapi karena warisan ilmu dan akhlaknya.
I. 25 Tokoh Paling Agung dalam Islam (Generasi Wahyu & Sahabat)
1. Nabi Muhammad ﷺ
2. Nabi Ibrahim AS
3. Nabi Musa AS
4. Nabi Isa AS
5. Nabi Nuh AS
6. Abu Bakar Ash-Shiddiq
7. Umar bin Khattab
8. Utsman bin Affan
9. Ali bin Abi Thalib
10. Bilal bin Rabah
11. Salman Al-Farisi
12. Abu Hurairah
13. Khalid bin Walid
14. Aisyah RA
15. Khadijah RA
16. Hasan bin Ali
17. Husain bin Ali
18. Thalhah bin Ubaidillah
19. Zubair bin Awwam
20. Sa’ad bin Abi Waqqash
21. Abdullah bin Mas’ud
22. Mu’adz bin Jabal
23. Anas bin Malik
24. Fatimah Az-Zahra
25. Ammar bin Yasir
Umar bin Khattab pernah berkata: “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab.”
Sementara Ali bin Abi Thalib menasihatkan: “Ilmu lebih mulia daripada harta. Ilmu menjagamu, sedangkan harta harus kamu jaga.”*
II. 25 Ulama Raksasa Dunia Islam Klasik
26. Imam Abu Hanifah
27. Imam Malik
28. Imam Syafi’i
29. Imam Ahmad bin Hanbal
30. Imam Al-Ghazali
31. Imam Bukhari
32. Imam Muslim
33. Imam Tirmidzi
34. Imam An-Nasa’i
35. Imam Abu Dawud
36. Ibnu Katsir
37. Ath-Thabari
38. Ibnu Taimiyah
39. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
40. Imam Nawawi
41. Imam Asy-Syaukani
42. Al-Hafizh Ibnu Hajar
43. Imam Al-Baihaqi
44. Imam Al-Maturidi
45. Imam Al-Asy’ari
46. Hasan Al-Bashri
47. Rabi’ah Al-Adawiyah
48. Junayd Al-Baghdadi
49. Sufyan Ats-Tsauri
50. Abdullah bin Mubarak
Imam Syafi’i berkata: “Jika seseorang menginginkan dunia, hendaknya ia berilmu. Jika menginginkan akhirat, hendaknya ia berilmu.”
Imam Al-Ghazali menegaskan: “Rusaknya manusia karena rusaknya hati. Dan rusaknya hati karena cinta dunia.”
III. 25 Tokoh Kebangkitan Islam Dunia Modern
51. Muhammad Iqbal
52. Abul A’la Maududi
53. Hasan Al-Banna
54. Sayyid Qutb
55. Yusuf Al-Qaradawi
56. Abdullah bin Bayyah
57. Ali Thantawi
58. Said Ramadan Al-Buthi
59. Umar Sulaiman Al-Asyqar
60. Wahbah Az-Zuhaili
61. Muhammad Abduh
62. Jamaluddin Al-Afghani
63. Rashid Ridha
64. Abdul Karim Zaidan
65. Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi
66. Fethullah Gulen
67. Abdullah Azzam
68. Mustafa Az-Zarqa
69. Hamka (internasional via tafsir Al-Azhar)
70. Tariq Ramadan
71. Zakir Naik
72. Nouman Ali Khan
73. Mufti Menk
74. Omar Suleiman
75. Habib Umar bin Hafizh
Hasan Al-Banna berkata: “Islam adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, akhlak dan kekuatan.”
Muhammad Iqbal menulis: “Bangkitlah, karena dunia diciptakan bukan untuk orang yang tidur.”
IV. 25 Tokoh Agung Islam Nusantara
76. KH Hasyim Asy’ari
77. KH Ahmad Dahlan
78. Buya Hamka
79. KH Zainuddin MZ
80. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
81. Syekh Nawawi Al-Bantani
82. Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi
83. Tengku Chik Di Tiro
84. Syekh Yusuf Al-Makassari
85. KH Bisri Syansuri
86. KH Wahab Hasbullah
87. KH Hasyim Muzadi
88. Prof. Nurcholish Madjid
89. Prof. Quraish Shihab
90. Habib Luthfi bin Yahya
91. KH Didin Hafidhuddin
92. KH Abdullah Gymnastiar
93. Ustadz Abdul Somad
94. Ustadz Adi Hidayat
95. Ustadz Khalid Basalamah
96. Ustadz Hanan Attaki
97. Ustadz Felix Siauw
98. Ustadz Buya Yahya
99. KH Mas Mansyur
100. KH Abdullah Syafi’i
Buya Hamka pernah menulis:“Kalau hidup sekadar hidup, kera di hutan juga hidup. Tapi hidup adalah untuk memberi makna.”
Quraish Shihab menegaskan: “Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi untuk mengubah manusia.”*
Dari Seratus Nama, Lahir Seratus Jalan Cahaya
Seratus tokoh ini hanyalah sebagian kecil dari lautan ulama, pemimpin ruhani, dan pembangun peradaban Islam. Mereka berasal dari Arab, Persia, Afrika, Asia, hingga Nusantara. Mereka tidak disatukan oleh bangsa, tetapi oleh **tauhid**.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”(QS. Al-Hujurat: 13)
Di tengah dunia yang hari ini kehilangan teladan, nama-nama ini kembali memanggil umat: kembalilah kepada ilmu, akhlak, dan iman.



