INTERNASIONAL

Iran Gempur Israel: Fasilitas Strategis Hancur, Ketegangan Kawasan Memuncak

 BritaBrita.comTel Aviv – Konflik bersenjata antara Iran dan Israel memasuki babak yang lebih mengkhawatirkan setelah Iran meluncurkan serangan balasan masif yang menargetkan berbagai fasilitas vital di wilayah Israel, Sabtu malam waktu setempat (15 Juni 2025).

Serangan ini dilakukan sebagai respons terhadap operasi udara Israel yang sebelumnya menghantam sejumlah instalasi militer dan nuklir Iran.

Menurut laporan dari Kementerian Pertahanan Iran, serangan tersebut diberi nama “Operation True Promise III”, sebagai bentuk pembalasan atas kehancuran situs strategis Iran di Isfahan dan Natanz. Dalam serangan ini, Iran meluncurkan lebih dari 150 rudal balistik jarak jauh dan sekitar 100 drone bersenjata yang diarahkan ke pusat-pusat militer, komunikasi, dan infrastruktur strategis Israel.

Fasilitas Strategis yang Terkena Serangan:

Beberapa fasilitas penting Israel dilaporkan rusak berat atau hancur akibat serangan tersebut:

  • Pangkalan Udara Palmachim di selatan Tel Aviv: rusak parah, dengan hanggar dan sistem peluncur roket anti-rudal dikabarkan lumpuh.
  • Pusat Komunikasi Militer HaKirya di Tel Aviv: mengalami kerusakan serius akibat rudal jarak menengah yang berhasil menembus sistem pertahanan udara.
  • Reaktor Penelitian Nuklir di Dimona dilaporkan mengalami gangguan listrik dan evakuasi darurat, meskipun tidak ada kebocoran radiasi yang terkonfirmasi.
  • Bandara Internasional Ben Gurion ditutup sementara selama 18 jam pascaserangan karena kerusakan sistem radar dan navigasi penerbangan.
Baca Juga  Jemaah Haji Sumsel Sudah Kumpul di Arafah

Juru bicara militer Israel, Letkol Daniel Hagari, mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan Iron Dome dan Arrow-3 berhasil mencegat sebagian besar rudal. Namun, ia juga mengakui bahwa “beberapa proyektil berhasil lolos dan menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur vital.”

 Korban Jiwa dan Kepanikan Warga

Serangan besar-besaran ini menyebabkan sedikitnya 14 warga Israel tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka, termasuk warga sipil. Kota Tel Aviv, Haifa, dan Bat Yam mengalami pemadaman listrik dan kekacauan transportasi. Ribuan warga mengungsi ke bunker bawah tanah dan tempat penampungan darurat.

Kepanikan juga menyebar di kalangan masyarakat global, dengan penerbangan internasional dibatalkan dan pasar saham di Timur Tengah mengalami guncangan besar.

Reaksi Dunia Internasional

Sejumlah negara besar termasuk Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan Jerman menyerukan penahanan diri dan gencatan senjata segera. Presiden AS menyatakan bahwa pihaknya sedang “memantau situasi dengan sangat serius” dan akan “mengambil tindakan tegas” jika kepentingan Amerika atau sekutunya ikut terancam.

Baca Juga  Indonesia–AS Bahas Tarif Nol Persen, Bali Siap Jadi Pusat Bisnis Baru

Sementara itu, Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang darurat.

 Potensi Eskalasi Lebih Luas

Para analis memperingatkan bahwa konflik ini bisa memicu perang regional terbuka yang melibatkan Hizbullah di Lebanon, milisi Houthi di Yaman, dan bahkan kelompok bersenjata di Suriah dan Irak.

Jika serangan balasan terus berlangsung, maka kawasan Timur Tengah bisa menghadapi salah satu krisis terbesar dalam dua dekade terakhir.

Serangan besar Iran ke jantung strategis Israel menunjukkan bahwa konflik ini telah bergerak dari perang proksi menjadi konfrontasi langsung antar negara. Dunia kini menanti: apakah para pemimpin akan memilih jalur diplomasi, atau membiarkan bara perang ini menyala semakin luas?


Editor: Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button