Pemerintah Kota Palembang dan BBWSS VIII Bersinergi Atasi Banjir dengan Proyek Strategis

BritaBrita.com, Kota Palembang, 4 Juli 2025 – Pemerintah Kota Palembang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWSS) Sumatera VIII mengambil langkah strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kota.
Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, fokus utama pembahasan adalah penataan Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya Sub-DAS Sungai Bendung, yang dinilai sebagai salah satu titik rawan penyebab banjir signifikan di kota tersebut.
“Banjir di Palembang sebagian besar terkonsentrasi di sekitar DAS Bendung. Mulai Juli hingga Agustus, kita akan memulai penataan dan pelebaran aliran sungai yang selama ini mengalami penyempitan dan sedimentasi,” ungkap Ratu Dewa pada Jumat (4/7/2025).
Penanganan ini akan dilakukan secara bertahap, dengan tahap awal yang difokuskan pada penyelesaian masalah sosial seperti bangunan yang menjorok ke sungai serta penyesuaian utilitas penting seperti jaringan PDAM dan PLN.
Proyek besar ini diperkirakan menelan dana lebih dari Rp800 miliar, dengan sumber pendanaan yang berasal dari APBN dan pinjaman luar negeri (loan) dari World Bank.
Ratu Dewa menekankan bahwa upaya ini tidak akan efektif tanpa keterlibatan aktif warga. “Kita ingin kota ini bebas banjir, tapi itu perlu kerja sama semua pihak. Pemerintah serius, sekarang giliran masyarakat juga ikut mendukung,” tegasnya.
Kepala BBWSS VIII, Feriyanto Pawenrusi, menyampaikan bahwa dari total 19 Sub-DAS yang ada di Palembang, empat di antaranya memiliki kontribusi besar terhadap banjir, yakni Sungai Bendung, Sekanak, Lambidaro, dan Sungai Buah.
“Kami saat ini fokus di Sub-DAS Bendung karena membelah jantung kota. Sebelumnya kita sudah melakukan pengerjaan di Sekanak-Lambidaro dan sudah dibangun lebih dari 13 km dari target 27 km. Kami berharap dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, karena masih ada banyak tantangan sosial seperti rumah yang berdiri di atas jalur inspeksi sungai,” ungkap Feriyanto.
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Palembang, Korlena, menyebutkan bahwa tahap awal proyek Sungai Bendung akan dimulai dengan dana APBN sebesar Rp38 miliar. Panjang pengerjaan mencapai 5,4 kilometer.
“Untuk mendukung pengajuan dana loan dari World Bank, saat ini kita sedang fokus pada pemenuhan persyaratan teknis dan sosial. Ini termasuk pendataan lahan dan relokasi jika diperlukan,” kata Korlena.
Rangkaian pekerjaan yang direncanakan dalam proyek ini mencakup normalisasi aliran sungai, pelebaran drainase, pembenahan jembatan, penyempitan aliran, hingga pemasangan pompa tambahan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu.
Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan proyek ini dapat berjalan sesuai jadwal dan hasilnya dapat dirasakan oleh warga mulai tahun 2026, menjadikan Palembang kota yang lebih baik dan bebas dari banjir.
Editor: Bangun Lubis



