EKONOMI

UMKM Sumsel Makin Tangguh

Laporan: Bangun Lubis

BritaBrita.com, Palembang, 8 Juli 2025 — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mengakselerasi penguatan sektor ekonomi kerakyatan dengan memfasilitasi legalitas, akses permodalan, dan promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sejumlah langkah konkret diambil, mulai dari sertifikasi halal gratis, pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga sinergi dengan BUMN dan lembaga perbankan.

Langkah-langkah ini diyakini akan menjadikan UMKM Sumsel semakin tangguh dan kompetitif di pasar nasional, bahkan internasional.

**Sertifikasi Halal Gratis dan Target 2026**

Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel mencatat sekitar **300 pelaku usaha** telah difasilitasi untuk memperoleh sertifikasi halal secara **self-declare gratis** hingga awal Juli 2025. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari target nasional sertifikasi halal seluruh produk UMKM sebelum tahun 2026.

Namun untuk sektor usaha makanan kompleks seperti katering, pelaku UMKM hanya memperoleh pendampingan karena proses sertifikasinya lebih teknis.

*”Kita dorong pelaku usaha, terutama kuliner, untuk tidak menunggu. Karena tahun depan, sertifikasi halal akan jadi kewajiban,”* kata Gubernur Sumel, Herman Deru.

Baca Juga  Advokat Rudi Hartono SH: Mengabdi kepada Keadilan dengan Hati yang Tulus

*140.000 UMKM Sudah Punya NIB**

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel mencatat sudah **140.000 dari total 400.000 UMKM** di Sumsel yang mengantongi NIB. Pemerintah meluncurkan program **jemput bola** dan “Gebyar NIB 2025” agar proses legalisasi usaha bisa dilakukan lebih cepat, efisien, dan merata hingga pelosok kabupaten.

NIB menjadi syarat penting untuk akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), pengembangan produk, dan partisipasi dalam tender atau pelatihan nasional.

*Dorong UMKM Lokal Naik Kelas**

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), salah satu BUMN kebanggaan Sumsel, turut menampilkan berbagai produk unggulan dari UMKM binaannya dalam Pameran Produk Unggulan Daerah. Produk seperti **jumputan khas Palembang, olahan makanan lokal, dan kriya etnik** tampil menonjol di Rakor PKK Sumsel yang dihadiri Gubernur.

Kegiatan ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara korporasi besar dan UMKM lokal agar mampu berkembang bersama dan menembus pasar lebih luas.

Baca Juga  Bank Dunia: 60,3% Penduduk Indonesia Masih Miskin

*Jaga Stabilitas, Dorong Pembiayaan UMKM**

Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi Sumsel pada Juni 2025 berada di angka **2,44% (YoY)** —masih dalam batas aman. Namun BI tetap mewanti-wanti potensi lonjakan dari sektor pangan dan tarif publik. Sementara itu, OJK dan Komisi VI DPR RI mendorong perbankan nasional dan Bank Pembangunan Daerah untuk lebih aktif memberikan **pembiayaan hijau dan inklusif** bagi pelaku UMKM.

Program KUR dari BRI juga menyasar pelaku UMKM yang terlibat dalam pasokan makan bergizi gratis, program nasional yang sedang digencarkan.

**Menuju UMKM Mandiri dan Berdaya Saing**

Langkah strategis Pemprov Sumsel dalam memberdayakan UMKM melalui legalisasi usaha, pembiayaan, dan promosi menunjukkan keseriusan membangun fondasi ekonomi berbasis rakyat. Dengan dukungan semua pihak, UMKM Sumsel diproyeksikan mampu bersaing lebih jauh, sekaligus menjadi motor penggerak pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Laporan: Bangun Lubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button