NASIONAL

Musyawarah V Sekber LARM se-Sumatera Resmi Ditutup

Oleh: Albar Santosa Subari

 

BritaBrita.com, Pekanbaru, 8–10 Agustus 2025 — Musyawarah V Sekretariat Bersama Lembaga Adat Rumpun Melayu (Sekber LARM) se-Sumatera resmi ditutup oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, yang sekaligus terpilih sebagai Ketua Lembaga Adat Rumpun Melayu se-Sumatera periode 2025–2030.

Acara yang berlangsung di Balai Adat LAM Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama dalam silaturahmi tahunan di Kepulauan Riau pada 4–5 Agustus 2024. Sebelumnya, Sekretariat Bersama LARM berkedudukan di Jambi untuk periode 2022–2025.

Salah satu keputusan penting Musyawarah V adalah perubahan masa jabatan Ketua LARM se-Sumatera dari sebelumnya 3 tahun menjadi 5 tahun, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Dua Deklarasi Penting

Musyawarah kali ini menghasilkan dua deklarasi yang didukung oleh perwakilan kelembagaan adat dari delapan provinsi: Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Riau selaku tuan rumah. (Provinsi Aceh dan Lampung tidak hadir pada kesempatan ini).

Baca Juga  Semua Ketua PKK Kecamatan Hingga Ketua Bidang Paparkan dan Koordinasikan Program Tahun 2025 dalam Rakor Kota

1. **Deklarasi Mendukung Provinsi Riau Menjadi Daerah Istimewa**

Dukungan ini didasari sejarah Riau sebagai pusat adat budaya Melayu yang konsisten melestarikan dan mengembangkannya. Pekanbaru juga menjadi Sekretariat Bersama Perlindungan Hak Konstitusional Masyarakat Hukum Adat, yang sebelumnya mencetuskan *Deklarasi Jakarta* pada 9 Agustus 2006, diwakili oleh Datuk Drs. H. Anwar Saleh dari LAM Riau.

2. **Deklarasi Mendukung Perjuangan Palestina**

Peserta musyawarah sepakat mendukung Palestina untuk meraih kemerdekaan penuh, sejalan dengan politik luar negeri Republik Indonesia.

Oleh-Oleh Buku dan Referensi Adat

Bagi saya, sebagai Ketua Peduli Marga Batang Hari Sembilan (Sumatera Selatan) sekaligus kolumnis, momen ini sangat berharga.

Panitia membagikan sejumlah buku bertema Melayu kepada setiap provinsi peserta. Buku-buku ini akan menjadi referensi berharga untuk menelusuri dan memperkaya pengetahuan tentang adat budaya Melayu.

Baca Juga  PMI Palembang Himpun Donor Darah di Kecamatan AAL, Didapat 100 Kantong Lebih

Beberapa buku yang saya terima antara lain:

1. *Melayu Bersebati dengan Islam* — Mukhtar Samad

2. *Tunjuk Ajar Melayu* — Tenas Effendy

3. *Berkhidmat untuk Hak-Hak Adat 1970–2020* — LAM Riau (2021)

4. *Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri* — Taufik Ikram Jamil

Selain itu, saya juga memperoleh cendera mata buku dari Datuk Thontowi (LAM Bengkulu), yaitu:

1. *Warna Sari Melaju* — Kumpulan oleh J. Kata (1922, terjemahan)

2. *Bunga Rampai Melayu Kuno* — Dr. M.G. Emeis (1952, terjemahan)

Mudah-mudahan enam literatur ini semakin memotivasi saya untuk terus berkarya di bidang literasi dan memperkuat pelestarian adat budaya Melayu.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button