PENDIDIKAN

BEM FE UKB Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera

BritaBrita.com,PALEMBANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kader Bangsa (UKB), BEM Fakultas Ekonomi UKB dan  lembaga kemanusiaan Satu Amal Indonesia menggelar penggalangan dana untuk korban bencana di Pulau Sumatera, Rabu (3/12/2025). Aksi solidaritas yang dilakukan mahasiswa berjaket almamater merah itu berlangsung di bawah flyover Simpang Empat Jakabaring di tengah hujan gerimis. Aksi ini juga menjadi sebuah mozaik inspiratif tentang solidaritas yang teguh, tak tergoyahkan oleh cuaca yang tak menentu maupun kesibukan kota.

Dipimpin langsung oleh Ketua BEM UKB, Muhammad Dzaky Putra, puluhan relawan mahasiswa itu berdiri tegap di area bawah fly over, lokasi strategis yang menjadi denyut nadi lalu lintas Palembang. Mereka membawa poster-poster bertuliskan ajakan peduli, informasi mengenai bencana, serta kotak-kotak donasi yang sederhana namun penuh harapan. Suara mereka yang bersahaja menyapa setiap pengendara yang berhenti di lampu merah, setiap pejalan kaki yang melintas, mengajak untuk turut berbagi dalam kepedulian.

“Hari ini, kami bukan hanya mengumpulkan dana materiil. Kami sedang mengumpulkan serpihan-serpihan empati, menyusunnya menjadi kekuatan nyata untuk saudara kita di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat) khususnya yang menjadi korban,” ujar Muhammad Dzaky Putra di sela-sela aksi, sorot matanya penuh tekad. “Bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Sumatera adalah panggilan kolektif bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk bergerak. Gerakan kecil kita hari ini, jika dikumpulkan, akan menjadi bantuan yang besar bagi mereka.”

Baca Juga  Menerapkan Teknologi dan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Bahasa

Cuaca pada hari itu seolah-olah ingin menguji komitmen para relawan. Beberapa kali hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang, membasahi jalanan dan membuat hawa semakin lembap. Namun, tidak setetes pun air hujan mampu meredam api semangat di hati para mahasiswa. Mereka tetap berada di posisinya, beberapa dengan jas hujan sederhana, lainnya berteduh sejenak hanya untuk segera kembali membuka poster begitu rintik reda. Sikap pantang menyerah ini menarik perhatian dan simpati banyak warga.

“Saya lihat dari tadi mereka tetap semangat meski kehujanan. Ini yang namanya dedikasi. Sungguh menginspirasi,” ujar Rina (45), seorang pengendara mobil yang secara spontan menyumbang setelah menyaksikan ketekunan para relawan. Antusiasme masyarakat Palembang pun ternyata tinggi. Banyak kendaraan yang sengaja melambat, menurunkan kaca, dan menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk disalurkan melalui kotak donasi. Tidak hanya uang, beberapa warga juga memberikan dukungan moral dengan senyuman, salam tos, atau sekadar ucapan, “Semangat, nak!”

Novita Abelia, Ketua BEM Fakultas Ekonomi UKB, yang juga menjadi motor penggerak aksi ini, menekankan bahwa kegiatan ini jauh lebih dari sekadar pengumpulan dana. “Aksi kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak, serta menjadi contoh nyata bahwa kepedulian adalah bentuk cinta yang tidak perlu menunggu keadaan sempurna untuk dilakukan,” tegas Abelia. Ia pun percaya, solidaritas adalah bahasa universal yang mampu menyatukan dan bisa melampaui batas geografis dan sosial. Hari itu, di tengah hujan dan panas, kami belajar bahwa berbagi itu tidak pernah mengenal kondisi yang ideal.

Pernyataan Abelia menyentuh inti dari aksi tersebut. Dalam narasi besar kemanusiaan, seringkali kita menunggu untuk berada dalam posisi ‘sempurna’, punya banyak uang, punya waktu luang, dalam kondisi nyaman sebelum memutuskan untuk peduli. Aksi BEM UKB dan mitranya meruntuhkan narasi itu. Mereka menunjukkan bahwa kepedulian bisa dimulai dari mana saja, kapan saja, dengan sumber daya apa adanya, asalkan diiringi dengan niat tulus dan kemauan untuk bergerak.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button