Uncategorized

Rambut Gondrong Ditinggal, Prestasi Terus Menanjak: Kisah Iptu Hergon

Nama Heri Kusuma Jaya atau yang lebih dikenal sebagai Heri Gondrong pernah menjadi ikon penegakan hukum di Kota Palembang.

Heri Kusuma Jaya alias Heri GondrongSaat bertugas di Subdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan, sosoknya kerap muncul dalam berbagai operasi penangkapan kriminal jalanan yang menyita perhatian publik.

Kini, sosok tersebut menjalani babak baru dalam perjalanan kariernya. Setelah empat tahun menyandang status perwira, Heri Gondrong dipercaya mengemban tugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel sebagai Panit 1 Unit 3 Subdit Ditresnarkoba.

Tonggak penting kembali diraih pada akhir tahun ini. Per 31 Desember 2025, Heri Gondrong resmi mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari Inspektur Dua (Ipda) menjadi Inspektur Satu (Iptu).

Kenaikan pangkat tersebut ditandai melalui upacara Korp Raport yang digelar di Mapolda Sumsel, Rabu (31/12/2025) sore.

Dalam suasana penuh khidmat, Hergon hadir didampingi sang istri tercinta. Usai prosesi, ia mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pimpinan kepadanya.

“Syukur alhamdulillah kepada Allah SWT dan terima kasih kepada pimpinan. Ini adalah amanah besar yang harus saya jaga,” ujar Hergon.

Menurutnya, kenaikan pangkat bukan hanya soal jabatan, tetapi juga tuntutan tanggung jawab yang semakin berat.

Ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan upaya pencegahan peredaran narkoba, khususnya memasuki tahun 2026.

“Dengan amanah ini tentu ada target ke depan. Tahun 2026 harus lebih baik, terutama dalam pencegahan peredaran narkoba,” katanya.

Perubahan peran juga membawa konsekuensi besar. Rambut gondrong yang dulu melekat sebagai identitasnya kini harus dipotong. Di bidang reserse narkoba, Hergon dan tim dituntut bergerak secara tertutup demi keselamatan personel.

Baca Juga  Nasi Mandi dan Cinta dalam Sepiring Kenangan Di Thaif

“Sekarang kami harus lebih senyap. Tugas di narkoba menuntut kerja undercover agar anggota tetap aman,” jelasnya.

Ia mengakui, popularitas yang pernah dimiliki saat di Jatanras justru bisa menjadi risiko dalam penanganan kasus narkotika.

“Kalau terlalu dikenal, itu bisa membahayakan anggota saat operasi penangkapan,” ungkapnya.

Meski demikian, Hergon menegaskan kesiapannya untuk ditempatkan di mana pun sesuai kebutuhan institusi.

“Fokus saya menjalankan tugas. Kalau nanti dipindahkan ke unit lain, saya siap. Semua sesuai perintah pimpinan,” tegasnya.

Tak lupa, ia menyampaikan pesan moral kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Sumatera Selatan, agar menjauhi narkoba.

“Jaga masa depan kalian. Narkoba bisa merusak segalanya,” pesannya.(ol)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button