LIFESTYLE

Padel Menjadi Pilihan Olahraga Menyenangkan dan Perekat Persaudaraan

 Padel Menjadi Pilihan Olahraga Menyenangkan dan Perekat Persaudaraan

Oleh Ardilah Aquariani ( Wartawan)

 

Padel menjadi salah satu olahraga yang kian digemari masyarakat Indonesia. Pada tahun 2025, negeri ini sempat dilanda apa yang disebut sebagai “demam padel”—sebuah tren olahraga yang mudah dipelajari, menyenangkan, dan mampu memperluas lingkar pertemanan. Tak heran jika padel kemudian berkembang bukan hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari gaya hidup.

Meski terbilang baru naik daun di Indonesia, padel sejatinya bukan olahraga baru. Cabang olahraga ini telah lama dimainkan di berbagai negara, khususnya di Eropa dan Amerika Latin. Namun, popularitasnya di Tanah Air melonjak seiring banyaknya selebritas dan figur publik yang ikut memainkannya, sehingga padel semakin dikenal luas hingga ke berbagai pelosok daerah.

Memasuki awal tahun 2026, padel mendapat pengakuan internasional dengan resmi masuk sebagai cabang olahraga baru dalam Asian Games Aichi–Nagoya, Jepang. Pengakuan ini semakin menegaskan posisi padel sebagai tren kebugaran global yang kini merambah kehidupan masyarakat perkotaan, termasuk di Indonesia.

Kota Palembang pun tak ingin ketinggalan. Lapangan padel kini bermunculan di berbagai sudut kota, diiringi tumbuhnya komunitas-komunitas pencinta olahraga ini. Salah satunya adalah **Padel Mates Enthusiast Palembang**, komunitas yang lahir dari kecintaan terhadap padel sekaligus semangat kebersamaan.

Komunitas ini pertama kali dibentuk oleh Fidia Lestari (32), seorang guru yang menemukan kebahagiaan melalui olahraga padel.

“Awalnya saya bermain padel karena rasa penasaran, sekadar ingin menemukan olahraga yang benar-benar cocok dengan diri saya. Tapi setelah mencoba, saya jadi tertarik untuk bermain lagi dan lagi. Saya merasa bahagia,” ujarnya.

Kebahagiaan itulah yang kemudian ingin ia bagikan kepada orang lain.

“Saya tidak ingin kebahagiaan ini hanya saya rasakan sendiri. Karena itu saya membentuk komunitas pencinta padel ini. Bagi saya, padel bukan sekadar olahraga, tapi ruang untuk bertemu, berbagi tawa, dan merayakan momen-momen kecil yang membuat hidup terasa lebih ringan dan menyenangkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Menikmati Ogan Ilir dari Sungai

Menurut Fidia, meski terlihat mudah dimainkan, padel tetap memiliki teknik-teknik khusus yang menantang. Justru di situlah letak keunikannya.

“Padel bukan hanya tren. Ia benar-benar membuat tubuh bugar. Uniknya, setelah bermain, tubuh tidak terasa lelah berlebihan, malah terasa ringan, lega, dan penuh endorfin,” jelasnya.

Di tengah momen liburan, ketika banyak orang memilih bepergian ke luar kota, Fidia justru menemukan perjalanannya sendiri dengan membangun klub padel kecil bersama teman-teman.

“Alhamdulillah, responsnya di luar dugaan. Hangat, penuh dukungan, dan memberi harapan bahwa komunitas kecil ini bisa tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar dan bermakna, sekaligus menambah circle pertemanan dan memperluas silaturahmi,” tuturnya.

Ke depan, Fidia berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya berolahraga, termasuk melalui padel. Ia pun menyampaikan pesan sederhana namun bermakna,

“Tubuh yang sehat adalah investasi terbesar dalam hidup kita. Cintailah tubuh dengan rajin berolahraga, apa pun bentuknya—termasuk padel,” pungkasnya.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button