LIFESTYLE

Wewangian dalam Haji antara Sunah dan Larangan

 

DALAM ibadah haji, penggunaan wewangian memiliki kedudukan yang unik: dianjurkan sebelum ihram, namun dilarang setelahnya. Memahami batasan ini penting agar ibadah haji kita sah dan sempurna.

Bagaimana sebaiknya menggunakan wewangian saat berhaji, berikut ulasan KH Agus Jaya , Lc, M. Hum, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 19 PLM Sumsel, yang saat ini berada di kawasan Armuzna.

Sunnah Memakai Wewangian Sebelum Ihram

Sebelum memasuki ihram, disunnahkan bagi jamaah haji untuk menggunakan wewangian. Hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah ra:

> “Aku memakaikan Nabi Muhammaf saw wangi-wangian untuk ihramnya sebelum beliau berihram…”
*(HR. Bukhari no. 1539 dan Muslim no. 1189)*

Wewangian ini digunakan pada tubuh, seperti kepala dan jenggot, bukan pada pakaian ihram. Hal ini sesuai dengan larangan Rasulullah saw:

> “Janganlah kalian memakai pakaian yang terkena minyak wangi za’faran dan wars.”
*(HR. Bukhari dan Muslim)*

Baca Juga  Ratu Dewa: Simbol Kepedulian dan Perubahan di Kota Palembang

Dengan demikian, penggunaan wewangian sebelum ihram adalah sunnah yang dianjurkan, selama tidak mengenai pakaian ihram.

Larangan Memakai Wewangian Setelah Ihram

Setelah seseorang berniat ihram dan memasuki keadaan ihram, penggunaan wewangian menjadi salah satu larangan. Hal ini ditegaskan dalam hadits:

> “Janganlah kalian memakai pakaian yang terkena minyak wangi za’faran dan wars.”
*(HR. Bukhari dan Muslim)*

Larangan ini mencakup segala bentuk wewangian, baik pada tubuh maupun pakaian. Jika seseorang melanggar larangan ini, maka ia wajib membayar fidyah sebagai bentuk tebusan.

Hikmah di Balik Larangan

Larangan penggunaan wewangian saat ihram memiliki beberapa hikmah:

1. Menjaga Kesucian dan Kesederhanaan: Ihram adalah simbol kesucian dan kesederhanaan. Menghindari wewangian membantu jamaah fokus pada ibadah dan menjauhkan diri dari hal-hal duniawi.

Baca Juga  Perda Kesenian Belum Lahir, Aktivitas Justru Meledak: Setahun Lebih DKP Palembang Menyala dari Lawang Borotan hingga Kambang Iwak

2. Menghindari Godaan Duniawi: Wewangian dapat menarik perhatian dan menimbulkan godaan. Dengan menghindarinya, jamaah lebih mudah menjaga kekhusyukan ibadah.

3. Menunjukkan Kesetaraan: Dalam keadaan ihram, semua jamaah tampil serupa, tanpa perbedaan status sosial. Menghindari wewangian memperkuat rasa persaudaraan dan kesetaraan di antara jamaah.

Panduan Praktis bagi Jamaah Haji

Sebelum Ihram: Gunakan wewangian non-alkohol pada tubuh setelah mandi dan sebelum niat ihram. Pastikan wewangian tidak mengenai pakaian ihram.

Setelah Ihram: Hindari penggunaan segala bentuk wewangian, termasuk sabun, lotion, atau produk lainnya yang mengandung aroma. Jika tidak sengaja menggunakannya, segera bersihkan dan konsultasikan dengan pembimbing haji mengenai fidyah yang harus dibayar.

Memahami dan mematuhi aturan ini adalah bagian dari kesempurnaan ibadah haji. Semoga Allah menerima ibadah kita dan menjadikannya mabrur. (ica)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button