Ratusan Jemaah Terpukau Menyaksikan Penampilan Grup Hadroh Cilik Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW, Peringati Isra’ Miraj di Sako Kenten

Ratusan Jemaah Terpukau Menyaksikan Penampilan Grup Hadroh Cilik Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW, Peringati Isra’ Miraj di Sako Kenten.
BritaBrita.com, Palembang – Ratusan ibu-ibu dan bapak-bapak perwakilan jemaah dari berbagai grup pengajian di Kota Palembang terpukau dan kagum menyaksikan penampilan grup hadroh cilik dan remaja dari Sekolah Ahad, Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW, dalam acara Peringatan Isra’ Mi’raj yang dirangkai dengan Haul Ibu Malia bin Kiagus Alwi, di Perumahan Villa Karya Perdana Blok 1 Jalan Meranti, Lebong, Kecamatan Sako Kenten Palembang, Rabu petang, 28 Januari 2026.

Acara ini dimeriahkan pula dengan penampilan penceramah populer UAS Palembang, Ustadz Toyyibno, S.Ag.
Jemaah yang hadir melihat penampilan hadroh cilik dan remaja santri Sekolah Kepribadian Rosululloh ini banyak yang memvideokannya, termasuk bapak Imron Natamuda, warga dari komllek lain sengaja mempostingnya masuk dalam Akun Youtube-nya.
Sementara ustadz Toyyibno sendiri setelah ceramah dan sebelum memimpin doa sempat menguji kemampuannya dengan meminta diiringi grup hadroh cilik dan remaja dari Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW ini sambil melantunkan Solawat Tibbilkulub sendiri. “Alhamdulillah, kita dihibur hadroh dari Sekolah Kepribadian Rosululloh ini, ternyata walaupun mereka masih kecil-kecil sudah mampu tampil dengan baik. Ini sesuai dengan pepatah Arab, anak muda hari ini bakal jadi pemimpin masa depan,” ujar Ustadz Toyyibno, sambil mendekati anggota grup hadroh dari Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW yang berperawakan paling cilik usia 8 tahun, bernama Muhammad Basyir Aunur Bahrin. Basyir sendiri memang tampil membuat jemaah terpukat. Meski ruas tangannya sangat kecil, tetapi Basyir justru dipercaya oleh pimpinan sekolahnya karena kemahirannya selalu berperan menabuh bas dalam setiap kali.
tampil.
Bersama Basyir juga, ikut tampil tampil pula penabuh cilik lainnya yaitu Muhammad Habib Al Farizi 9 tahun dan Muhammad Daffa Ibnu Hafidz berumur 10 tahun.

Ditanya lebih jauh kepada pelatihnya, Muhammad Soddiq, mengatakan anak didiknya meski.masih bocah mempunyai kemampuan berkolaburasi tampil menabuh hadroh bersama kakak-kakak remajanya. “Hal ini memang sejak awal grup hadroh ini dibentuk sudah dipesan oleh kepala Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW bapak Ajmal Rokian agar saya melatih anggota hadroh cilik maupun remaja langsung besamaan sehingga berkesempatan yang sama untuk bisa tampil berkolaburasi.
Jadi kami memiliki tim hadroh berlapis dengan sistem regenerasi, jika kakak remajanya tak bisa tampil, anggota hadroh yang paling kecilpun bisa diandalkan untuk tampil menggantikanya. Mereka bisa tampil dengan baik alhamdulillah berkat rajin latihan,” tegas Soddiq.
Atas dasar inilah, grup hadroh Sekolah Kepribadian Rosululloh banyak dilirik jemaah dan masyarakat untuk tampil, bahkan beberapa anggota grup hadroh ini juga diminta memperkuat tim hadroh remaja Masjid Istighfar atau mamakai beberapa anggota andalan dari grup hadroh Sekolah Kepribadian Rosululloh jika ingin tampil.
“Jika ingin memesan grup hadroh kami, mudah saja, silakan hubungi pimpinan Sekolah Kepribadian Rosululloh,” tandas Soddiq.
Sekolah Kepribadian Rosululloh sendiri adalah sekolah nonformal yang belajar pada hari Ahad. Selama ini sekolah tersebut belajar di Masjid Istighfar Palembang yang didirikan oleh H. Ajmal Rokian pada bulan sya’ban tahun 2017 lalu atau sudah berusia 9 tahun.
Tenaga pengajarnya terdiri dari al hafidz penghafal Al Qur’an, antara lain Al Habib Hasan Al Madihij Al Hadidz, Ustadz Fahmi Ramdani Al Hafidz, dan Ustadz Toyyibno S.Ag. Al Hafidz, pernah mengajar di sekolah ini, namun karena kesibukannya berdakwah ke berbagai daerah di seantero nusantara, maka kegiatannya mengajar di Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW saat ini berkurang.
Selain dilatih hadroh, santri dan santriwati Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW, diberi pelajaran ilmu fiqih, siroh nabawiyah, sejarah dakwah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW, adab dan akhlak Nabi Muhammad, bahkan yang memiliki kemampuan hafalannya dididik untuk menjadi penghafal Al Qur’an. (AR).



