Milad ke-9 Tahun: Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW Terus Cetak Generasi Islami Penghafal Al Qur’an

Milad ke-9 Tahun: Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW Terus Cetak Generasi Islami Penghafal Al Qur’an.
BritaBrita.com, Palembang – Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW merupakan sekolah nonformal yang mendidik santrinya di waktu Ahad di Masjid Istighfar Kelurahan Lima Ilir Palembang merayakan Hari Milad (berdirinya) ke-9 Tahun.
Sekolah gratis tanpa dipungut bayaran ini terus berupaya menjadikan anak-anak usia dini dan remaja menjadi generasi muda Islami dan terus mencetak para hafidz penghafal Al Qur’an sejati.

Hal ini diungkapkan oleh Mudir (Kepala Sekolah) Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW, Drs. H. Ajmal Rokian, dalam sambutan acara perayaan Milad ke-9 Tahun sekolah tersebut akhir pekan, 25 Januari 2026 di kediamannya.
Hadir dalam acara tersebut selain puluhan santri dan santriwati serta para orang tua mereka, juga hadir para alumni yang menimba ilmu pada angkatan pertama di tahun 2017 serta aparat pemerintahan setempat, Ketua RT 06 Sondang dan Ketua RW 02, Arie Wibisono.
Ajmal menegaskan sekolah yang ia dirikan dan pimpin selama 9 tahun ini penuh perjuangan swjak awal diniatkannya bernaung dibawah Yayasan Masjid Istighfar, namun karena yayasan tersebut kurang aktif, maka upaya mengembangkan sekolah ini dilakukan sendiri bersama sejumlah pengurus dan guru. 
Sekolah Kepribadian Rosululloh sengaja didirikan sebagai salah satu solusi bagi pembangunan generasi muda Islami penerus pembangunan bangsa, dimana santri santriwatinya tidak dipungut bayaran (gratis).
Pada awalnya kegiatan belajar sekolah ini hanya untuk mengajar ahlak, kepribadian, sejarah kehidupan dan dakwah Nabi Muhammad SAW sejak ia kecil hingga tutup usia, tetapi kemudian ditambahi pelajaran menghafal Al Qur’an dan bahasa Arab.
Berkat dukungan masyarakat, sekolah ini justru tumbuh dengan pembiayaan dari para penginfaq yang ikhlas mengisi terus dua kasnya yaitu kas sekolah dan Dana Pembinaan untuk Penghafal Al Qur’an (DPPA) santri santriwati Sekolah Kepribadian Rosululloh. “Kami berterima kasih sekali kepada semua penginfaq yang rutin terus membantu sekolah ini semoga Allah akan membalas kebaikannya dengan pahala dan rezeki yang berlimpah,” doa Ajmal.
Salah satu simpatisan senang berinfaq keluarga Ibu Dian Yuni Astuti, SH, MH dan Bapak Ir. Syafik Dwi Saputra. Bagi keluarganya sekolah ini bermanfaat besar bagi dakwah dan menjadikan generasi muda Islami. Oleh karena itu keduanya komitmen selain tiga anaknya sudah menjadi alumni, sebisanya akan menyalurkan infaq ke sekolah ini. Hal sama jhga disampaikan para pwngincaq lain ada yang berprofesi sebagai polisi, pengacara maupun para guru dan pengusaha yang ada di Kota Palembang maupun beberapa kabupaten dan provinsi lainnya di luar Sumatera Selatan.

Salah satu alumni santriwati yang ikut datang pada Milad ke-9, Salsabila, yang kini menjadi mahaiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya berterima kasih dan bangga menjadi alumni angkatan pertama bisa menimba ilmu tentang nabi Muhammad dan bisa belajar bahasa Arab. “Kami pernah diajak wisata ke al quran akbar, dan juga setiap menjelang masuk bulan ramadhan kami selalu diajak karnaval,” ujar Salsabila.
Ucapan terima kasih juga disampaikan orang tua santri yang menyekolahkan anaknya di Sekolah Kepribadian Rosululloh SAW sejak awal. Salah satunya ibu Nurhayati Zen menyekolahkan dua putrinya di Sekolah Kepribadian Rosululloh sejak 2017. Kini semua anaknya sudah menjadi penghafal Al Qur’an empat juz dan satu juz. Ia bertekad akan meneruskan kedua putrinya disekolah penuh berkah dan rahmat ini karena waktunya tidak sama dengan sekolah umumnya yaitu hanya dilaksanakan hari Ahad jadi dapat menambah ilmu bagi anaknya. “Terima kasih sekali kepada mudir dan pengurus, sejak awal mendidik anak-anak kami meneladani Rosul dan menjadi penghafal Al Qur’an,” kata ibu Nurhayati.
Saat ini jumlah sabtdi Sekolah Kepribadian Rosululloh tefus beftambah, tadinya hanya 4i orang dalam beberapa hari ini juga ada orang tua yang akan menndaftarkan anak-anaknya. Disekokah ini selain belajar mengenai akhlak, kepribadian dan siroh nabawiyah Nabi Muhammad SAW, juga belajar fiqih, cara sholat dan mendidik santri yang bisa dijadikan penghafal Al Qur’an. (AR).
Editor: Ajmal Rokian



