OPD Sebaiknya Lebih Responsif terhadap Isu Publik

OPD Sebaiknya Lebih Responsif terhadap Isu Publik
BritaBrita.com, INDRALAYA – Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di lingkungan Pemkab Ogan Ilir diimbau untuk lebih responsif (cepat tanggap) terhadap informasi dan isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Jangan sampai isu /informasi yang berkembang di luar tersebut, menimbulkan persepsi negatif terhadap kinerja pemerintah daerah.

Di era teknologi informasi yang makin canggih sekarang ini, banyak sekali isu-isu (informasi) yang dimunculkan publik terutama di media sosial (medsos). Isu yang disampaikan tersebut bisa saja hoax (berita bohong) atau tidak sepenuhnya benar. Karena itu kalau didiamkan, dan menjadi viral tentu akan merugikan citra pemerintahan. Karenanya hal tersebut perlu diklarifikasi secara elegan dan logis sehingga masyarakat /publik mengerti dan mengetahui tentang hal yang sebenarnya.
Hal tersebut disampaikan Dra L Wenny Ramdiastuty, M. Si dan Drs H Iklim Cahya, MM, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Statistik dan Persandian Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada acara Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Masalah Publikasi dengan Kepala OPD dan Camat se Ogan Ilir. Rakor tersebut bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati OI di KPT Tanjung Senai, Indralaya, Kamis 9 April 2026 lalu.
Rapat koordinasi tersebut dipandu Kadin Kominfo, Statistik dan Persandian OI, Ferdian Riza Yudha, S. Sos, M. Si dan dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Ibnu Hardi, S. Sos, M. Si dan Wakil Koordinator Staf Khusus Bupati, H Muhsin Abdullah, ST, MM, MT.
Kehadiran tenaga ahli bidang komunikasi di Dinas Kominfo OI, dimaksudkan untuk membantu dan mendorong pemberitaan dan publikasi pemerintah kabupaten Ogan Ilir semakin banyak dan berkualitas , guna mewujudkan citra positif pemerintahan. Untuk itu tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Kominfo, tapi perlu dukungan dari semua OPD, camat, hingga Lurah dan Kepala Desa.
Menurut Wenny Ramdiastuty, publikasi kegiatan pemerintahan Ogan Ilir sudah cukup memadai, namun tetap perlu dilakukan peningkatan , termasuk mengubah pola pemberitaan. ‘”Kalau selama ini berita di akun medsos OPD lebih menonjolkan sisi “what”, sehingga yang nampak hanya kepentingan lembaga (terkesan pencitraan), namun ke depan harus diubah dengan menonjolkan sisi ” why” dan “how”, yang menonjolkan sisi manfaat bagi masyarakat. Termasuk penampakan foto-foto juga sebaiknya yang bernuansa candit, sehingga terkesan lebih hidup, ujar Wenny.
Ditambahkan Wenny, pola bekerja dalam diam untuk lembaga pemerintahan juga kurang baik. Karena diam bisa terkesan tidak bekerja, padahal lembaga tersebut sudah bekerja maksimal. Karena itu publikasi sangat penting, ujar Wenny yang pernah menjabat Pimred Harian Umum Sriwijaya Post.
Sementara Iklim Cahya menekankan pentingnya mengklarifikasi isu-isu atau informasi yang berkembang di masyarakat. Jangan sampai didiamkan, karena kalau didiamkan bisa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Namun klarifikasi tersebut harus tetap dengan cara-cara elegan, serta dengan argumentasi yang logis.
Sedangkan Ferdian Riza Yudha, mengajak kepada semua OPD, selain merilis informasi melalui medsos dalam bentuk berita, juga ada baiknya dalam bentuk vidio singkat, yang menarik dan kena di hati masyarakat. Namun terkait isu-isu yang kategori “riskan”, sebaiknya sebelum dirilis dikonsultasikan dahulu dengan Dinas Kominfo atau pejabat yang lebih atas. Supaya informasi yang dirilis tidak menimbulkan masalah baru.
Ferdian juga meminta, pada setiap OPD ada petugas penghubung terkait informasi yang dibutuhkan oleh Kominfo. (ica)



