EKONOMI

Wamendag Dyah Roro Esti Siapkan ‘Karpet Merah’ Bagi UMKM Lokal untuk Kuasai Pasar Global

Wamendag Dyah Roro Esti Siapkan ‘Karpet Merah’ Bagi UMKM Lokal untuk Kuasai Pasar Global

Britabrita.com, PALEMBANG – Di tengah ambisi besar Indonesia meningkatkan angka ekspor non-migas, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, membawa misi strategis ke Bumi Sriwijaya.

Dalam kunjungannya ke Universitas Sriwijaya (Unsri), Kamis (16/4/2026), ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengubah produk daerah menjadi komoditas dunia.

Sepanjang tahun 2025 saja, Kemendag tercatat telah berhasil “mengawal” 662 pelaku UMKM melintasi batas negara. Namun, Dyah Roro menekankan bahwa angka tersebut hanyalah permulaan.

Tiga Pilar Ekspor: Strategi Kemendag untuk UMKM

Untuk mendorong produk lokal agar tidak hanya jago kandang, Kemendag menawarkan tiga program utama yang menjadi jembatan bagi para pengusaha daerah:

1. Pengamanan Pasar Dalam Negeri: Memastikan fondasi bisnis lokal kuat sebelum melangkah keluar.

Baca Juga  Bandar Sriwijaya (Sriwijaya Internasional Port).

2. Perluasan Pasar Luar Negeri: Membuka akses dan jejaring di negara-negara mitra dagang.

3. Program ‘Dari Lokal untuk Global’: Inkubasi khusus untuk mengkurasi produk daerah agar sesuai dengan standar internasional.

“Bagi pelaku UMKM yang siap naik kelas, pintu kami di Kemendag selalu terbuka. Tim kami akan mendampingi proses penjajakan pasar ekspor tersebut secara intensif,” ujar Wamendag di hadapan mahasiswa.

 

UMKM: Raksasa Ekonomi yang Sedang Bangun

Dyah Roro memaparkan data yang cukup mencengangkan mengenai kekuatan ekonomi rakyat. Saat ini, Indonesia memiliki **64,2 juta unit UMKM**. Dari jumlah tersebut, 26 juta di antaranya bergerak di sektor non-pertanian dan menjadi tulang punggung bagi 120 juta tenaga kerja.

Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pun tidak main-main, yakni mencapai angka Rp9,5 triliun.

Baca Juga  Perubahan Pola Belanja Masyarakat Masa Kini

Ajakan bagi Generasi Z dan Milenial

Tidak hanya bicara soal regulasi, Wamendag juga memotivasi mahasiswa Unsri untuk mulai mencicipi dunia wirausaha sejak dini. Menurutnya, menjadi pengusaha tidak harus menunggu modal besar.

Langkah Awal:Memulai bisnis kecil-kecilan di sela jadwal kuliah.

* Opsi Praktis: Berkolaborasi atau bermitra dengan sistem waralaba (franchise) yang sudah mapan.

“Kewirausahaan nasional ada di tangan anak muda. Jangan takut mencoba, karena dari usaha kecil itulah ekonomi bangsa ini berputar,” tutupnya.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor I Unsri, Prof. Rujito Agus Suwignyo, dan Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, yang turut memberikan dukungan terhadap upaya penguatan ekspor dari wilayah Sumatera Selatan.

Editor:  Bang Bangun

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button