
Orang Tua Adalah Madrasah Pertama Anak: SIT Al Furqon Gelar Parenting PSPA untuk Wujudkan Keluarga Harmonis dan Berkarakter
Penulis/ Editor: Salamah Syahabudin
BritaBrita.com – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Furqon Palembang menyelenggarakan Parenting PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) bagi orang tua siswa baru pada 18–19 Juli 2026 di Grand Ballroom Aston Hotel Palembang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat kolaborasi antara keluarga dan sekolah sebagai dua pilar utama pendidikan anak.

Mengangkat tema “Orang Tua Adalah Madrasah Pertama Anak: Bangun Keluarga yang Harmonis dan Berkarakter“, kegiatan menghadirkan Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, Fasilitator Belajar Indonesia, sebagai pembicara. Melalui program ini, para orang tua dibekali wawasan dan keterampilan praktis dalam mendidik anak agar selaras dengan visi pendidikan yang diterapkan di SIT Al Furqon Palembang.
Dalam pemaparannya, Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari menegaskan bahwa rumah adalah sekolah pertama bagi setiap anak, sedangkan orang tua merupakan guru yang paling berpengaruh dalam membentuk kepribadian, akhlak, serta karakter mereka.
Menurutnya, pendidikan yang berhasil tidak hanya bergantung pada kualitas sekolah, tetapi juga pada keterlibatan aktif orang tua. Sinergi antara rumah dan sekolah akan menciptakan lingkungan pendidikan yang konsisten sehingga anak memperoleh teladan yang sama, baik di rumah maupun di sekolah.
Pada sesi parenting, Ihsan mengangkat materi “Perilaku Anak yang Menguras Emosi Orang Tua”. Ia menjelaskan bahwa berbagai perilaku anak yang sering memicu emosi orang tua sebenarnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang memerlukan pendekatan yang tepat, bukan sekadar kemarahan atau hukuman.
Beberapa perilaku yang dibahas dalam sesi tersebut meliputi:
- Anak yang lelet atau lambat dalam melakukan aktivitas.
- Anak yang rewel dan sulit ditenangkan.
- Anak yang suka iseng.
- Anak yang sering bertengkar dengan saudara atau teman.
- Anak yang konsumtif atau gemar jajan.
- Anak yang mengalami kecanduan screen time atau penggunaan gawai secara berlebihan.
- Anak yang enggan mandi atau kurang menjaga kebersihan diri.
Melalui berbagai contoh kasus, peserta diajak memahami akar penyebab munculnya perilaku tersebut. Orang tua didorong untuk tidak hanya bereaksi terhadap perilaku anak, tetapi juga memahami kebutuhan emosional di baliknya. Dengan demikian, solusi yang diberikan lebih efektif dan mampu memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.
Ihsan juga menekankan pentingnya komunikasi yang hangat, keteladanan, konsistensi dalam menerapkan aturan, serta kemampuan mengendalikan emosi saat mendampingi anak. Menurutnya, anak lebih mudah belajar dari contoh yang diberikan orang tua dibandingkan dari nasihat yang hanya diucapkan.
Kegiatan Parenting PSPA ini juga menjadi sarana bagi orang tua untuk menyamakan persepsi mengenai pola pengasuhan yang diterapkan sekolah. Dengan adanya keselarasan antara pendidikan di rumah dan di sekolah, diharapkan proses pembentukan karakter anak dapat berlangsung lebih optimal.
Pihak SIT Al Furqon Palembang memandang bahwa keberhasilan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pembinaan kepada orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan di sekolah.
Melalui Parenting PSPA, SIT Al Furqon berharap setiap keluarga mampu menjadi lingkungan pertama yang menumbuhkan akhlak mulia, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta kecintaan anak kepada nilai-nilai Islam. Ketika orang tua menjalankan perannya sebagai madrasah pertama dengan penuh kesadaran dan kasih sayang, sekolah akan lebih mudah melanjutkan proses pendidikan sehingga lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah.



