NASIONALNEWS

Susi Pudjiastuti di ROSI: Anak Muda Zaman Now Mudah Menyerah, Cepat Bosan Padahal Dunia Kerja Butuh Ketangguhan dan Multitasking

BritaBrita.com,JAKARTA-Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti yang juga pengusaha perikanan dan penerbangan mengkritik mental anak muda zaman now. Dalam bekerja, Susi mendapati banyak sekali mental anak muda zaman know yang loyo dan tidak sesuai harapan pencari kerja.

“Anak muda sekarang tidak tahan tekanan, baru ditegur atas kesalahannya sekali saja sudah langsung resign,”ujar Susi dalam talkshow ROSI di Universitas Padjadjaran Jatinangor yang disiarkan KompasTV baru-baru ini.

Lebih lanjut susi menjelaskan, anak muda zaman know mudah bosan dan enggan keluar dari zona zaman. Padahal, perusahaan membutuhkan pekerja yang mau bertahan dan berkembang, bukan yang cepat menyerah. “Kami bertanya-tanya mengapa ini. Dari yang kami rekrut banyak juga yang resign,” ucapnya.

Baca Juga  Jurnalisme di Tengah Riuh Zaman: Antara Kecepatan, Etika, Kekuasaan dan Nurani

Susi menilai, anak muda sekarang sering hanya mau mengerjakan tugas sesuai bidang kuliah atau minatnya saja. Padahal, perusahaan modern menuntut kemampuan lintas fungsi atau pekerja yang multitasking. “Dalam merekrut pegawai saya lebih mementingkan anak muda yang punya kemauan yang kuat, keras dan loyal. Bukan yang cepat menyerah,” imbuhnya.

Dalam hal itu, Rosie menanggapi dengan pertanyaan reflektif bahwa  mengapa anak muda kini lebih rapuh dibanding generasi sebelumnya? Bu Susi menjawab lugas bahwa pola pikir “instan” dan keinginan cepat sukses membuat mereka kurang siap menghadapi proses panjang.

Susi menambahkan bahwa dunia kerja tidak bisa hanya mengandalkan “passion” semata. “Kalau ditegur sedikit lalu resign, bagaimana bisa berkembang? Dunia kerja itu keras, dan kita harus tahan banting,” tegasnya.

Baca Juga  Prima Salam: Kepedulian terhadap Anak dan Keluarga Kurang Mampu Harus Menjadi Gerakan Bersama

Dengan banyak turn over pegawai, Susi menjelaskan bahwa perusahaan menjadi kerepotan, dimana pergantian karyawan yang terlalu cepat membuat perusahaan harus kembali mencari dan melatih tenaga kerja baru. Dan stabilitas operasional sulit dicapai jika pekerja  mudah menyerah. “Kritik dan teguran adalah bagian dari proses belajar. Perlu bangun loyalitas, karena dunia kerja menuntut fleksibilitas dan keterampilan multitasking. Kesuksesan bukan hasil instan, melainkan proses panjang penuh tantangan.

Pernyataan Bu Susi Pudjiastuti di acara ROSI menjadi refleksi penting bagi dunia kerja Indonesia. Generasi muda perlu membangun mentalitas tangguh, loyal, dan siap multitasking agar mampu menjawab tantangan zaman. Sementara itu, perusahaan harus menyeimbangkan antara memberi ruang kreativitas dan menanamkan disiplin kerja. (riz)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button