KESEHATANLINGKUNGANNEWS

Barang di Rumah yang Ternyata Menjebak Panas, Apa Saja?

BritaBrita.com-Suhu ruangan yang terasa gerah tidak selalu disebabkan oleh cuaca panas atau kinerja pendingin udara yang kurang optimal. Sejumlah pilihan dekorasi dan perlengkapan rumah ternyata juga dapat memengaruhi kenyamanan suhu di dalam ruangan.

Mulai dari warna furnitur, bahan seprai, hingga jenis karpet, beberapa benda yang biasa digunakan untuk mempercantik rumah justru dapat membuat ruangan terasa lebih hangat.

Pengaruhnya memang tidak selalu meningkatkan suhu seluruh rumah secara signifikan, tetapi dapat membuat area tertentu terasa lebih panas, terutama jika terkena sinar matahari langsung. Karena itu, pemilihan material dan warna perlengkapan rumah perlu diperhatikan, khususnya ketika memasuki musim panas.
Dikutip dari Real Simple, berikut lima barang di rumah yang dapat membuat ruangan terasa lebih panas beserta alternatifnya.

1. Dekorasi dan cat berwarna gelap Warna hitam, biru tua, hijau zaitun, hingga hijau gelap memang dapat memberikan kesan elegan pada interior. Namun, permukaan berwarna gelap cenderung menyerap lebih banyak panas ketika terkena sinar matahari langsung dibandingkan permukaan berwarna terang.

Efeknya dapat terasa pada ruangan yang mendapat banyak paparan matahari. Furnitur, dinding, atau karpet berwarna gelap bisa menjadi lebih hangat ketika disentuh dan membuat suasana ruangan terasa lebih panas. Untuk mengatasinya, warna gelap tetap dapat digunakan sebagai aksen, tetapi sebaiknya diseimbangkan dengan furnitur atau dekorasi berwarna lebih terang.

Baca Juga  Kebiasaan Malam Sederhana yang Efektif Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

Dengan begitu, tampilan interior tetap menarik tanpa terlalu banyak menghadirkan permukaan gelap di area yang terkena sinar matahari.

2. Seprai berbahan sintetis Bahan seperti poliester, mikrofiber, nilon, dan campuran serat sintetis kerap dipasarkan sebagai perlengkapan tidur yang sejuk atau memiliki sirkulasi udara baik. Namun, sensasi dingin ketika pertama kali disentuh tidak selalu bertahan lama. Serat berbahan dasar plastik tersebut tidak menyerap dan melepaskan kelembapan seperti serat alami.

Akibatnya, panas tubuh, kelembapan, minyak tubuh, bahkan bakteri dapat terperangkap di permukaan seprai dan menciptakan suasana tidur yang terasa pengap. Sebagai alternatif, pilih seprai berbahan alami yang lebih mudah bernapas, seperti katun dan linen. Serat semi-alami seperti tencel dan viscose bambu dapat menjadi pilihan.

3. Tirai berbahan tebal Jenis tirai turut memengaruhi kenyamanan ruangan. Tirai berbahan berat seperti beludru dapat membuat tampilan interior terasa lebih penuh dan kurang segar ketika digunakan pada musim panas.

Baca Juga  Fluktuatif, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$100 per Barel

Pendiri sekaligus desainer utama Button Atelier, Brittny Button, menyarankan penggunaan tirai linen atau Roman shade yang dapat menyaring cahaya. Material yang lebih ringan membantu melembutkan cahaya matahari tanpa memberikan kesan berat pada ruangan.

4. Lampu pijar Lampu pijar atau incandescent bulb dapat menambah rasa panas di dalam ruangan. Meski hanya digunakan sebagai sentuhan kecil, jenis pencahayaan ini bisa membuat ruangan yang sudah gerah terasa semakin tidak nyaman.

Button menyarankan penggunaan lampu LED berkualitas dengan temperatur warna yang seimbang. Memaksimalkan cahaya alami pada siang hari juga dapat membantu ruangan terasa lebih terang dan nyaman.

5. Karpet wol Karpet wol memang dikenal dapat memberikan kenyamanan dan kehangatan pada lantai. Namun, kemampuan material tersebut mempertahankan panas justru kurang ideal ketika cuaca sedang panas. Karpet berbahan wol dapat membuat kamar tidur atau ruang keluarga terasa lebih hangat.

Alternatifnya, dilansir kompas.com,  gunakan karpet berbahan serat rami atau jute yang memiliki karakter alami dan lebih mudah bernapas. Material ini tidak memerangkap panas maupun kelembapan seperti wol atau serat sintetis.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button