ARTIKEL

Jemaah Haji “Kursi Roda” Simbol Perjuangan Tiada Tara

BeitaBrita.com, MADINAH – Diantara jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia, yang saat ini berada di Tanah suci Makkah dan Madinah, terdapat jemaah yang harus berkursi roda, karena gangguan fisik, baik karena faktor usia tua maupun karena menderita penyakit.

Bagaimana perjuangan jemaah haji kursi roda ini, berikut laporan dari KH Agus Jaya, Lc, M.Hum, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 19 Sumsel, yang saat ini sedang berada di Makkah Al-Mukaramah.

Setiap musim haji, ada satu pemandangan yang selalu menyentuh hati; para Lansia dan jamaah yang lemah fisik, duduk di atas kursi roda, didorong perlahan menembus lautan manusia.

Mereka bukan sekadar tamu Allah yang datang memenuhi panggilan suci. Mereka adalah simbol juang yang tiada tara—menjadi saksi atas cinta yang begitu dalam kepada Sang Pencipta.

Kursi roda yang mereka duduki bukan sekadar alat bantu; ia adalah kendaraan perjuangan, tempat tertumpahnya air mata, keringat, dan keikhlasan. Setiap putaran rodanya adalah saksi perjalanan suci yang tak mudah.

Baca Juga  Jemaah Haji OI Sudah Tiba di Makkah dari Madinah .

Nafas yang tersengal, peluh yang menetes, dan setiap langkah yang tertunda karena letih adalah tumpukan pahala yang Allah janjikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka…”(HR. Tirmidzi no. 2396)

Para jamaah lansia dan lemah itu berjalan di atas sabar dan tawakkal. Dalam setiap rintih mereka, terselip keteguhan hati.

Dalam setiap dorongan kursi roda, tersimpan sejuta doa dan harap. Mereka tak mengeluh, justru tetap melantunkan talbiyah, menegaskan bahwa meski raga lemah, jiwa mereka kuat menembus langit.

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah…”
(QS. Al-Baqarah: 196)

Perintah untuk menyempurnakan ibadah ini berlaku bagi semua, termasuk mereka yang harus melewati medan Arafah dan Mina di atas kursi roda.

Baca Juga  Presiden Prabowo Akan Kunjungi Rusia, Singgah di Singapura

Allah Maha Melihat upaya dan pengorbanan mereka. Dalam hadis lain disebutkan:

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, kesedihan, kesusahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari dosa-dosanya dengan sebab hal itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka wahai para pejuang di atas kursi roda, kalian bukanlah lemah. Kalian adalah para pahlawan iman.

Keringat kalian lebih mulia dari emas. Setiap hembusan nafas kalian membawa pahala yang tak ternilai. Allah tidak pernah menyia-nyiakan satu pun jerih payah kalian.

Dan bagi kita yang menyaksikan mereka, jangan hanya menatap dengan iba, tapi belajar tentang keikhlasan dan semangat mereka.

Karena dari sanalah kita tahu, bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, tapi sebuah pengorbanan total yang hanya bisa ditanggung oleh hati yang penuh cinta kepada Allah. (ica)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button