Kedatangan Ulama Mesir ke Sumsel Membuka Ruang Pelatihan Huffaz ke Al-Azhar

Kedatangan Ulama Mesir ke Sumsel Membuka Ruang Pelatihan Huffaz ke Al-Azhar

BritaBrita.com, PALEMBANG– Kegiatan Joyful Ramadhan Mubarak 1447 H dua ulama asal Mesir di Provinsi Sumsel, Ahad 15 Maret 2026, berakhir. Namun kedatangan kedua ulama tersebut membuka ruang tindak lanjut para huffaz (penghapal Alquran) mengikuti pelatihan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Harian LPTQ Sumsel, Ustadz H Ahmad Iskandar Zulkarnaen, Lc, M. Ag, di Palembang, Ahad 15 Maret 2026.
Kehadiran dua ulama Mesir tersebut difasilitasi Ditjen Penais Kemenag RI sebagai sharing program bersama Kanwil Kemenag Sumsel dan LPTQ Sumsel.

Kedua Ulama Al Quran dari Universitas Al Azhar tersebut yaitu Syaikh Khaled Gad Karem dan Syaikh Ayman Hamouda. Kedatangan keduanya dalam misi dakwah dan pembinaan Para Huffaz yang rencana lanjutannya adalah pemusatan pelatihan dan pengiriman Penghapal Al Quran ke Universitas Al Azhar dalam rangka pelatihan dan pengambilan Sanad.
Selain di kantor Kanwil Kemenag Sumsel, Masjid At Taqwa Desa Senuro Ogan Ilir, kegiatan ulama asal Mesir tersebut juga dikolaborasikan dalam giat safari dakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) 13-15 Maret di Baturaja OKU, OKU Selatan, Tanjung Enim, Muara Enim dan terakhir di Palembang.
Dalam safari dakwah tersebut selain didampingi Ustadz Iskandar, UAS juga didampingi Ketua FU3 Ustadz Kemas Ali, pengusaha Herman, dan di OKU Selatan juga hadir Ketua DPRD Sumsel, Andi Danieldae, SE, MM.
UAS memberikan apresiasi atas kegiatan pembinaan dan pengembangan literasi Al Quran dan berharap kedepannya program program seperti ini lebih dimanfaatkan untuk daurah Al Quran baik hapalan maupun ilmu ilmu ke Al Quran-an.
UAS juga menilai sangat tepat bila LPTQ Sumsel dalam program program pengembangan literasinya bekerjasama dengan Al Azhar sebagai Qiblat keilmuan Islam dan al Quran.
Kedepan, menurut Ustadz Iskandar, LPTQ selain melaksanakan event MTQ juga akan lebih fokus ke pembinaan dan pengembangan literasi dan ilmu ilmu Al Quran, hal tersebut agar keberadaan LPTQ betul betul menjawab kebutuhan zaman, menjadi motor penggerak sehingga literasi masyarakat terhadap Al Quran meningkat, dan nilai nilai Al Quran dapat menjadi pedoman dan dibumikan lebih massif dalam kehidupan sehari hari.
Hal tersebut juga sebagai respon terhadap arahan Gubernur H Herman Deru saat pengukuhan LPTQ Sumsel tanggal 3 Maret 2026 lalu, ujar Iskandar. (ica)



