Dosen UKB Fretty Welta Prakarsai Fashion Show Wastra Kain Jumputan Palembang
BritaBrita.com,PALEMBANG– Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1343 semakin berwarna dengan digelarnya acara Fashion Show Wastra Kain Jumputan Palembang yang diprakarsai oleh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Kader Bangsa (UKB), Fretty Welta, SE., MM. Bertempat di pelataran Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang belum lama ini, acara tersebut menjadi sorotan publik karena mengangkat kekayaan budaya lokal melalui karya wastra khas Palembang.

Fashion show ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, yang mengusung tajuk Film Dokumenter: Warisan Budaya Kain Jumputan – Pesona Warna dalam Bingkai Lensa. Tidak hanya menampilkan keindahan kain jumputan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam pembuatan film dokumenter yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengrajin, desainer, pemerhati budaya, sejarawan, akademisi, hingga rumah industri UMKM kain jumputan di Kota Palembang.

Fretty Welta menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mengajak generasi Gen Z dan Gen Alpha untuk mengenal budaya dan sejarah Palembang yang kian tergerus oleh arus modernisasi. “Kain jumputan bukan sekadar busana, tetapi identitas budaya yang harus terus diperkenalkan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa Palembang tidak hanya dikenal dengan songket, tetapi memiliki beragam wastra yang layak diangkat ke panggung dunia.
Respon positif datang dari berbagai kalangan, terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Drs. Kgs H. Sulaiman Amin, memberikan apresiasi tinggi terhadap acara ini. Menurutnya, fashion show sekaligus pembuatan film dokumenter ini merupakan langkah bersejarah karena untuk pertama kalinya Palembang memiliki dokumentasi visual yang mengangkat karya seni wastra kain lokal. “Semoga ke depannya semakin banyak pemerhati budaya dan seni yang berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan. Palembang sebagai kota tertua di Indonesia harus dikenal bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara,” ungkapnya.

Acara berlangsung meriah dengan penampilan para model yang mengenakan busana jumputan berwarna-warni, dipadukan dengan desain modern tanpa meninggalkan akar tradisi. Kehadiran para pengrajin dan UMKM lokal semakin menegaskan bahwa kain jumputan bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sumber ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain fashion show, proses pembuatan film dokumenter turut menjadi daya tarik tersendiri. Film ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus promosi budaya Palembang, memperlihatkan perjalanan panjang kain jumputan dari masa ke masa, serta peran pentingnya dalam kehidupan masyarakat.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat, acara ini menjadi tonggak baru dalam upaya pelestarian budaya Palembang. Semangat kolaborasi yang ditunjukkan melalui fashion show dan film dokumenter ini diharapkan mampu memperkuat identitas Palembang sebagai kota budaya yang kaya akan warisan wastra. (sse)



