NASIONALOLAHRAGA

Diduga Ada Skandal, Piala Dunia 2026 Tercoreng. Diduga Ada ‘Permainan’ Saat Laga Argentina Vs Mesir

BritaBrita.com-Sejumlah penggemar sepak bola dari berbagai belahan dunia menuduh adanya penyalahgunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) selama pertandingan antara Argentina dan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia, Selasa malam ini, dengan menganggap bahwa keputusan tersebut memberikan “nafas baru” bagi tim Argentina dalam upayanya membalikkan keadaan melawan tim Mesir.

Surat kabar Mirror dalam laporannya pasca-pertandingan mengenai kontroversi wasit dalam laga tersebut menulis: “Timnas Argentina, yang dipimpin oleh Lionel Messi, merupakan salah satu daya tarik utama di Piala Dunia. Selama pertandingannya melawan Mesir di babak 16 besar di kota Atlanta, beberapa pendukung mengklaim bahwa Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara tidak langsung berusaha mempertahankan salah satu bintang utama turnamen ini agar tetap berada dalam kompetisi.”

Baca Juga  PWI Sepakat Akhiri Konflik Internal, Bakal Gelar Kongres Persatuan pada Agustus 2025

Sebelum comeback bersejarah Argentina yang berakhir dengan skor 3-2 terwujud, sang juara bertahan sempat tertinggal. Setelah Messi gagal mengeksekusi tendangan penalti di awal pertandingan, Mesir unggul 1-0, lalu Mohamed Salah mengoper bola kepada Mustafa Zico yang mencetak gol kedua bagi tim Firaun di babak kedua.

Setelah perayaan meriah dari pihak Mesir, wasit François Litxier menerima sinyal dari ruang VAR untuk meninjau kemungkinan adanya pelanggaran di awal serangan tersebut.

Trofi yang Dicuri

Kekacauan semakin memuncak di kemudian hari selama pertandingan, setelah pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, dijatuhi sanksi akibat melakukan gestur anti-rasisme.

Setelah pertandingan, sang pelatih dengan marah berbicara tentang “ketidakadilan”, menganggap bahwa apa yang terjadi dalam pertandingan itu tidak adil, terutama keputusan pembatalan gol tersebut.

Baca Juga  Safari Dakwah di Palembang, Ustadz Derry Sulaiman Beri Tausiah di Masjid Dr Irzanita Kampus UKB

Setelah protes berkepanjangan dari para pemain Argentina, wasit menilai bahwa bek Lisandro Martínez mengalami pelanggaran ilegal di awal serangan tersebut. Namun, pelanggaran tersebut terjadi lebih dari 20 detik sebelum Mustafa Zico mencetak gol ke gawang kiper Emiliano Martínez.

Zico akhirnya berhasil mencetak gol kedua untuk Mesir enam menit kemudian, namun hal itu terjadi setelah gelombang reaksi marah yang meluas di media sosial, terutama melalui platform “X”.

Seorang penggemar menulis: “Turnamen ini direkayasa. Korupsi mencuri gol Mesir di hadapan semua orang.”

Seorang lainnya menambahkan: “Dicurangi seperti biasa,” sementara yang ketiga menulis: “Piala Dunia ini dicurangi demi Messi” seperti dilansir goal.com.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button