KOLOM

74 Tahun Helmy Marsindang

HBD Kak Helmy, sahabat dan senior di dunia pers/jurnalistik. Drs H Helmy P. Marsindang, 4 Juli 2025, berulang tahun ke 74 tahun. Dilihat dari angka , tentu ini usia yang tak lagi muda. Sudah banyak kawan seusia dia yang telah “pergi” tuk selamanya.

Tapi di usia kepala tujuh ini, Kak Helmy alhamdulillah terlihat sehat wal afiat. Memang ia cukup rajin berolahraga.

Saat beberapa hari lalu, aku menyambangi rumahnya, ia baru saja habis berolahraga. Selain itu aktifitas kemasyarakatannya masih terus berlangsung.

Di banyak acara kondangan dan takziyah, Helmy Marsindang selalu ada. Begitu juga di dunia jurnalistik, dia masih menjadi Pemimpin Redaksi Koran Rakyat co. id, sebuah media online yang cukup banyak dibaca.

Aku mengenal lelaki tinggi semampai asal OKU Selatan, tepatnya dari Muara Sindang, sebuah desa di pinggang Bukit Barisan, saat menjadi wartawan Sriwijaya Post di Palembang tahun 1990-an. Saat itu Helmy adalah wartawan/koresponden Harian Ekonomi Neraca.

Penampilannya memang parlente, tapi saat itu masih agak kurusan. Sekarang sudah lebih gemukan, sehingga ideal dengan tingginya.

Selain sebagai wartawan, dia juga menjadi agen sejumlah koran terbitan Jakarta, yang diurus para stafnya. Kantornya saat itu di Rusun 26 Ilir Palembang.

Di organisasi PWI, Helmy Marsindang pernah menduduki sejumlah jabatan, diantaranya pernah menjadi Sekretaris PWI Sumsel. Saat PWI terbelah saat ini, Helmy Marsindang memposisikan diri “diblok” Zulhalman Sekedang, karena sejumlah temannya di pusat juga mengambil posisi itu, diantaranya Ilham Bintang, Wina Armada Sukardi dan lain-lain.

Baca Juga  Bangkitkan Kejayaan Songket Lewat Swarna Songket Nusantara dan Sriwijaya Expo 2025

Ketika HPN/Porwanas tahun 2002 di Kalimantan Selatan, saya bersama Kak Helmy dan Subardi, wartawan Sripo, menyempatkan berkunjung ke Palangkaraya, Kalteng.

Kami dari Banjarmasin naik darat menggunakan “opelet pribadi”, sekitar 6 jam. Saat itu sebagian kondisi jalan Banjarmasin – Palangkaraya, masih rusak.

Kemudian juga konflik antar suku di provinsi tengah Indonesia itu, baru saja reda walau masih ada saling curiga. Di perjalanan kami ditanya atau dichek berasal dari mana.

Helmy juga pernah aktif di Partai Golkar, dan beberapa kali pernah menjadi Caleg utk DPRD Provinsi dari partai berlambang Pohon Beringin itu.

Hanya sayang dia belum pernah terpilih, karena dia memilih tidak money politic. Sebagai wartawan, ia juga mengenal dekat dgn banyak pejabat, diantaranya Gubernur Dr H Herman Deru, SH, MM dan Walikota Palembang, Drs H Ratu Dewa .

Hubungan baik dengan para pejabat tersebut, sudah berlangsung sejak lama, bahkan dari masa Gubernur Sainan Sagiman. Lalu berlanjut Gubernur Ramli Hasan Basri, Rosihan Arsyad, Syahrial Oesman, dan Alex Noerdin. Bahkan dengan Gubernur Ramli, Helmy bisa “merekom” calon pejabat yang dikenalnya bagus dan baik untuk promosi .

Baca Juga  Fenomena Sosial: “Susah Melihat Orang Senang” Masih Terjadi di Sekitar Kita

Satu hal yang menarik juga, kendati Helmy sudah meninggalkan kampung halamannya tahun 1970, karena bersekolah di SMA Palembang. Ia tetap ingat dengan kampungnya, Muara Sindang, yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Helmy memantau bahwa masjid di kampungnya yang layak disebut Musolah, tidak jadi-jadi dipugar. Akhirnya tahun 2011, Helmy “ambil alih” upaya pembangunannya. Ia mengajak tukang dari Palembang.

Dengan biaya yang ada di tabungannya, pembangunan masjid ia mulai. Menurutnya, untuk bahan bangunan ia datangkan dari luar, seperti besi dari Lampung dan pasir dari Martapura. Hanya kayu yang diambil dari wilayah setempat.

Alhamdulillah dengan bantuan sejumlah sahabatnya, akhirnya sekitar 2 tahun, masjid tersebut selesai pembangunannya dengan menghabiskan biaya Rp 2,2 milyar. Masjid tersebut cukup representatif untuk digunakan dua desa Sindang, karena letaknya di tengah-tengah perkampungan.

Semoga masjid tersebut menjadi amal jariah bagi kak Helmy dan keluarga, serta semua pihak yang telah membantu. Menurutnya, ia terpanggil membangun masjid tersebut, karena sudah puluhan tahun tidak ada perubahan kondisinya. Apalagi ayahnya juga pernah menjadi Kerio (sekarang Kepala Desa) di desanya tersebut.

Selamat Ulang Tahun kanda, semoga selalu sehat, sukses, dan panjang umur. Aamiin. (iklim cahya)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button