KALAM

Kecerdasan Tak Terbatas

Oleh: Albar Santosa Subari

Kecerdasan tak terbatas adalah kecerdasan Allah — sumber dari segala pengetahuan, kebijaksanaan, dan keteraturan. Dengan kecerdasan-Nya, Allah menciptakan, mengatur, memelihara, dan mengurus seluruh alam semesta.

Dialah yang menggerakkan matahari, bulan, bintang, dan seluruh jagat raya. Dialah yang mengatur peredaran atom, aliran udara, serta harmoni yang begitu sempurna di antara makhluk ciptaan-Nya. Semua diciptakan dengan ukuran yang tepat, tanpa ada yang sia-sia.

Allah berfirman: *“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’”* (QS. Ali ‘Imran: 190–191)

Kecerdasan tak terbatas itu pula yang mengatur detak jantung kita, mengatur tarikan dan hembusan napas, mengalirkan darah ke seluruh tubuh, serta mendistribusikan sari makanan hingga ke setiap sel. Dialah yang menggerakkan pikiran, kesadaran, perasaan, dan keinginan kita.

Perancangan sistem kehidupan yang begitu detail dan canggih itu tidak mungkin terjadi tanpa adanya Perancang Yang Maha Cerdas — Allah Yang Kecerdasan-Nya tak terbatas.

*Manusia dan Keterbatasannya

Allah menciptakan manusia dengan kecerdasan terbatas. Dengan itu, manusia mampu berkreasi, mengatur, memelihara, dan menjaga kehidupannya. Namun, kecerdasan ini tetap terikat oleh batas-batas tertentu.

Manusia hanya bisa melampaui keterbatasannya jika mendapat pertolongan dari Kecerdasan Tak Terbatas, baik melalui:

1. Petunjuk tertulis** — ayat-ayat Al-Qur’an.

2. *Petunjuk kauniah** — tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

3. *Petunjuk ilhamiah** — ilham dan ilmu laduni, pengajaran langsung dari Allah.

Sebagaimana firman-Nya:“Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”(QS. Al-‘Alaq: 5)

Tanpa pertolongan ini, manusia akan terus terkungkung pada pandangan yang terbatas, tujuan yang terbatas, dan capaian yang terbatas. Ia tidak akan mampu memahami, apalagi menyentuh realitas yang tak terbatas.

Baca Juga  "Cinta dan Janji Allah: Rahmat yang Mengalir kepada Hamba-Nya"

*Mengakses Kecerdasan Tak Terbatas*

Manusia yang menyadari adanya Kecerdasan Tak Terbatas akan terdorong untuk mengaksesnya, memanfaatkannya, dan menjadikannya sebagai kendaraan untuk melampaui keterbatasannya. Saat itu, ia tidak lagi hanya mengandalkan akal semata, tetapi juga bergantung sepenuhnya pada bimbingan Allah.

Ketika kecerdasan ilahi itu membimbing, hati menjadi tercerahkan. Kita akan ditunjukkan pada realita yang belum pernah kita lihat, pikirkan, atau bayangkan sebelumnya. Kesadaran itu akan melahirkan kekaguman, ketundukan, dan kerendahan hati di hadapan Sang Pencipta.

Inilah yang dialami para nabi, rasul, wali, dan hamba-hamba pilihan yang diberi anugerah untuk mengakses dan memanfaatkan Kecerdasan Tak Terbatas.

Memahami, menyadari, merasakan, dan mengalami Kecerdasan Tak Terbatas adalah keharusan bagi siapa pun yang ingin melampaui keterbatasannya. Caranya hanya satu: mengikuti petunjuk, bimbingan, tuntunan, dan pertolongan Allah, dengan bertauhid, bertakwa, dan bertawakal kepada-Nya.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kecerdasan yang diridhai-Nya, sehingga langkah kita senantiasa berada di bawah cahaya bimbingan-Nya.*Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button