LINGKUNGAN HIDUP

Tim PMM UNS Melaksanakan Edukasi Biopori sebagai Solusi Ramah Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah Organik

 

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan, Tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan Edukasi Biopori sebagai Solusi Ramah Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah Organik di Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada inovasi ramah lingkungan.

Tim pelaksana PMM UNS diketuai oleh Abib Tri Purnomo bersama Aling Sangwidi, dengan anggota yang terdiri dari Diefa Nasywa Aedelia, Elsa Rahmawati, Azizah Nadia Rahmawati, Febriyanti Zulfa Maghfira, Justine Diaz Damara, Garuda Ardhana, Cahya Anugrah Setya Irawan, Adit Tria Baharudin, Muhammad Ardenta Putra Sani, Ahmad Santoso, Fahryzal Bintang Nugraha, Wahyu Adinugroho, Dony Setiawan Nur Salim, Dewi Sulistianingrum, Arya Saputra, Dimas Danu Utama, Hanifa Elma Nabila dan Nasywa Ardelia Zerlina.

Kegiatan ini juga mendapat arahan langsung dari dosen pembimbing lapangan, yaitu Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.Eng., Prof. Dr. Indah Widiastuti, S.T., M.Eng., dan Ir. Aktavia Herawati, S.P., M.Sc.

Kegiatan edukasi ini melibatkan kader PKK RT 03, karang taruna, serta warga setempat yang antusias untuk memahami teknik sederhana dan efektif dalam mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga. Lubang biopori dipilih sebagai solusi karena mudah diterapkan, memiliki biaya rendah, dan memberikan manfaat ekologis yang signifikan.

Ketua Tim PMM UNS Aling Sangwidi menjelaskan bahwa biopori bukan hanya sekadar lubang di tanah, namun merupakan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan penyerapan air tanah, mengurangi genangan, serta menghasilkan kompos berkualitas. “Melalui pemanfaatan biopori, warga dapat mengubah sampah organik menjadi kompos sekaligus membantu meningkatkan kualitas tanah. Ini solusi kecil namun berdampak besar bagi lingkungan,” jelasnya.

Kegiatan dimulai dengan sesi penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah, bahaya penumpukan sampah organik, serta prinsip kerja biopori. Setelah itu, peserta diajak praktik langsung membuat lubang biopori di beberapa titik strategis di lingkungan warga. Tim PMM UNS menyediakan alat bor biopori serta contoh media organik yang dapat dimasukkan ke dalam lubang.

Baca Juga  Tim Asesor BAN-PT dan Fahum UIN Raden Fatah Kunjungi Istana Adat

Salah satu warga Desa Taji Ibu Suryanti selaku Ketua Ibu PKK RT 03, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya edukasi biopori ini. Ternyata pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Taji dapat terus menerapkan teknologi biopori sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan desa. Inovasi ini diharapkan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 11 tentang permukiman berkelanjutan, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.(mhs)

 

 

 

 

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button