KALAM

Menerima Saat Tak Diterima: Jalan Sunyi Orang-Orang yang Dikuatkan Allah

Menerima Saat Tak Diterima: Jalan Sunyi Orang-Orang yang Dikuatkan Allah

Oleh: Bangun Lubis

Tidak semua orang akan menyambut kita dengan hangat. Tidak semua kehadiran kita dianggap berarti. Bahkan, tak sedikit yang memilih diam, menjauh, atau seakan tidak melihat keberadaan kita sama sekali.

Dan yang lebih menyakitkan, terkadang mereka adalah orang-orang yang justru pernah kita bantu, kita hargai, dan kita doakan.

Namun Islam mengajarkan satu sikap yang demikian agung dan sulit dilakukan jiwa yang rapuh: menerima ketika tidak diterima, tetap berbuat baik ketika tidak dihargai, dan memaafkan ketika disakiti

Bukan karena kita lemah. Tapi karena kita kuat bersama Allah.

Ketika Kita Tak Dihargai: Jangan Balas dengan Keburukan

Allah telah menuntun sikap ini dengan begitu jelas dalam Al-Qur’an:

“Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik. Maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan menjadi seperti teman yang sangat setia.”(QS. Fushshilat: 34)*

Ayat ini tidak hanya mengajarkan kesabaran, tetapi juga mengajarkan ketinggian akhlak. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah puncak kematangan jiwa. Tidak semua orang mampu melakukannya, kecuali mereka yang hatinya telah ditempa oleh iman.

Baca Juga  Membuka Mata Batin: Sebuah Perjalanan Menuju Kesadaran Sejati

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.”(QS. Asy-Syura: 40)

Perhatikan kalimat terakhirnya: pahalanya atas tanggungan Allah.

Artinya, Allah sendiri yang akan membalas langsung. Bukan manusia.

Boleh Jadi Mereka Bukan Membenci Kita, Tapi Sedang Sibuk dengan Lukanya Sendiri

Sering kali kita merasa diabaikan, disingkirkan, atau tidak dihormati. Padahal bisa jadi, orang itu sedang tenggelam dalam persoalannya sendiri, dalam luka yang tak pernah ia ceritakan, dalam beban hidup yang kita tak mampu menanggungnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan marah.”

> *(HR. Bukhari dan Muslim)*

Menahan marah bukan berarti mematika. Jangan Sedih Saat Tak Dipedulikan Manusia, Karena Allah Tak Pernah Mengabaikan Kita

Kesedihan karena diabaikan adalah kesedihan yang manusiawi. Namun jangan sampai kesedihan itu menggerogoti iman.

Allah menenangkan jiwa kita dengan firman-Nya: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”(QS. At-Taubah: 40)*

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

“Jika Allah bersamamu, apa yang perlu kamu takutkan? Dan jika Allah tidak bersamamu, apa yang bisa kamu harapkan dari manusia?”*

Baca Juga  Ketika Sholat Menjadi Beban, dan Ketika Sholat Menjadi Nikmat

Imam Al-Ghazali juga mengingatkan:

“Orang yang menggantungkan kebahagiaannya pada manusia, akan selalu kecewa. Tetapi siapa yang menggantungkan hatinya kepada Allah, ia akan selalu tenang.”*

Membalas Kejahatan dengan Kebaikan: Jalan Para Nabi

Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan tertinggi dalam hal ini. Beliau dihina, dilempari batu, dilukai, tapi yang keluar dari lisannya justru doa: “Ya Allah, ampuni kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”(HR. Bukhari)

Betapa rendah hati dan lapangnya jiwa Nabi. Jika manusia seagung Rasulullah saja memilih memaafkan, siapa kita hingga merasa terlalu mulia untuk memaafkan?

Tenanglah, Kebaikan Tak Pernah Hilang

Jika hari ini:

  • * Kita tak diterima,
  • * Tak dianggap,
  • * Tak dihargai,
  • * Tak dibalas dengan kebaikan,

Maka yakinlah satu hal:

Tidak ada satu pun kebaikan yang sia-sia di sisi Allah.

Allah berfirman:

“Barang siapa berbuat kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat (balasannya).”(QS. Az-Zalzalah: 7)

Teruslah menjadi orang baik, walau dunia tak selalu baik kepada kita. Jangan biarkan luka mengubah akhlak. Jangan biarkan kecewa mematikan cahaya dalam diri.

Karena orang yang paling tenang bukanlah orang yang paling dihargai manusia, melainkan orang yang paling dekat dengan Allah.

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button