LINGKUNGAN HIDUP

Pupuk Organik Presisi, Terobosan Ditpolairud Sumsel Atasi Eceng Gondok

Gulma air eceng gondok yang selama ini menjadi persoalan serius di Sungai Musi kini dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan berhasil mengolah tanaman liar tersebut menjadi pupuk organik yang terbukti meningkatkan produktivitas pertanian.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan menyebut, inovasi ini lahir dari keprihatinan atas pesatnya pertumbuhan eceng gondok yang kerap menghambat aktivitas masyarakat di perairan Sungai Musi.

“Membersihkan eceng gondok secara konvensional tidak pernah tuntas. Baru dibersihkan, tak lama kemudian sudah tumbuh kembali. Dari situ kami berpikir perlu solusi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya, Senin (15/12/2025).

Alih-alih memusnahkan, Ditpolairud Polda Sumsel memilih memanfaatkan eceng gondok sebagai bahan baku pupuk. Langkah ini didukung hasil kajian laboratorium yang menunjukkan tanaman tersebut mengandung unsur hara penting bagi pertanian.

Baca Juga  Ungkapan Hati yang Tulus dari Korban Bencana Alam Sumatra

Untuk memastikan kualitas dan keamanan pupuk, pengembangannya dilakukan bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sriwijaya. Kolaborasi ini bertujuan agar proses pengolahan hingga hasil akhir pupuk memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Pupuk organik eceng gondok tersebut kemudian diuji coba di lahan pertanian seluas 4,5 hektare di Kabupaten Ogan Ilir. Sejumlah komoditas, seperti jagung, sayuran, dan buah-buahan, menjadi objek percobaan dengan hasil yang dinilai signifikan.

“Produktivitas tanaman meningkat cukup tajam. Pada tanaman jagung misalnya, hasil panen melebihi rata-rata sebelumnya,” kata Sonny.

Hingga kini, Ditpolairud Polda Sumsel telah memproduksi sekitar 30 ton pupuk organik yang sebagian besar telah dimanfaatkan petani di wilayah Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI). Proses produksi dilakukan di fasilitas yang berada di Markas Komando Ditpolairud Polda Sumsel.

Baca Juga  Aksi Peduli Lingkungan, MTS Muhammadiyah 1 Palembang Gaungkan Gerakan Pilah Sampah

Meski hasilnya menjanjikan, Sonny mengakui proses produksi masih menghadapi kendala, terutama pada tahap pengeringan bahan baku yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Namun demikian, pihaknya terus mencari metode agar produksi dapat berjalan lebih efisien.

Ke depan, pupuk yang telah dipatenkan dengan nama Pupuk Organik Presisi ini direncanakan diproduksi dalam skala lebih besar sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap inovasi ini bisa membantu petani beralih ke pupuk organik yang ramah lingkungan sekaligus memperbaiki kualitas tanah pertanian,” tutupnya.(ol)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button