Ketika Hati Dikunci: Obatnya Istighfar dan Al-Qur’an
Oleh: Albar Sentosa Subari - Pengamat Agama Islam

Ketika Hati Dikunci: Obatnya Istighfar dan Al-Qur’an
Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
“Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”
(QS. Al-Baqarah: 7)
Na‘udzubillāhi min dzālik. Betapa mengerikannya apabila seseorang telah tertimpa penyakit hati seperti ini. Jika hati telah terkunci, telinga tak lagi peka terhadap kebenaran, dan mata tak mampu melihat cahaya hidayah.
Karena itu, marilah kita memperbanyak istighfar, memohon ampunan kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Salah satu bukti cinta kita kepada-Nya adalah dengan membaca surat cinta dari-Nya, Al-Qur’an, secara istiqamah, serta mengamalkannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sebuah rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an akan menjadi terang benderang.
Sebuah rumah yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an akan terasa sejuk di hati.
Sebuah rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an akan membuat para malaikat betah singgah.
Dan sebuah rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an akan menyebabkan setan lari tunggang-langgang kepanasan.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an akan dipenuhi kebaikan dan keberkahan bagi penghuninya. Para malaikat mengerumuninya, sementara setan-setan meninggalkannya. Sebaliknya, rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an di dalamnya akan kehilangan keberkahan; para malaikat pergi, dan setan-setan datang menggantikannya.
Tentang hadirnya para malaikat kepada pembaca Al-Qur’an, terdapat kisah yang sangat menarik mengenai Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu. Ketika beliau membaca Al-Qur’an, ia melihat sesuatu seperti awan yang meliputinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa “awan” tersebut adalah malaikat-malaikat yang turun dan berkumpul untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Karena jumlahnya sangat banyak, mereka tampak seperti awan.
Ibnu Mas‘ud dan beberapa sahabat lainnya meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Rumah yang kosong adalah rumah yang di dalamnya tidak dibacakan Al-Qur’an yang mulia.”
Semoga Allah menjadikan rumah-rumah kita hidup dengan Al-Qur’an, hati-hati kita lembut oleh zikir, dan langkah-langkah kita terjaga dalam ketaatan.



