Gelora Sumsel Perkuat Kaderisasi, Seleksi Bacaleg Ketat di Seluruh Dapil

Gelora Sumsel Perkuat Kaderisasi, Seleksi Bacaleg Ketat di Seluruh Dapil
BritaBrita.com, Palembang — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelora Indonesia Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan langkah serius dalam membangun kekuatan politik yang berakar dan berkelanjutan.
Fokus utama yang kini digencarkan adalah memperkuat kaderisasi anggota, sekaligus melakukan penjaringan dan seleksi bakal calon legislatif (bacaleg) secara ketat di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Sumatera Selatan.
Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi partai dalam memastikan bahwa setiap calon yang diusung benar-benar memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Ketua DPW Gelora Sumsel, Erza Saladin, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama dalam membangun partai yang kuat dan siap menghadapi kontestasi politik ke depan.
“Kaderisasi bukan sekadar menambah jumlah anggota, tetapi bagaimana kita membentuk kader yang memiliki kualitas, loyalitas, dan kemampuan untuk hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, proses penjaringan bacaleg dilakukan secara selektif dan berbasis pada kebutuhan riil di masing-masing dapil. Tidak hanya melihat popularitas, tetapi juga rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi pertimbangan utama.
DPW Gelora Sumsel ingin memastikan bahwa calon legislatif yang diusung benar-benar mampu menjadi representasi rakyat, bukan sekadar figur politik.
Ketua Bidang Kaderisasi, Syamsu Riyadi, menambahkan bahwa proses kaderisasi dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Melalui pelatihan, pembinaan, dan forum diskusi, kader dibekali tidak hanya dengan pemahaman politik, tetapi juga kepekaan sosial.
“Kader harus menjadi ujung tombak partai. Mereka harus memahami persoalan masyarakat, mampu berkomunikasi dengan baik, dan hadir sebagai solusi,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kualitas kader hari ini akan menentukan arah dan kekuatan partai di masa depan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW Gelora Sumsel, Bangun Lubis, menegaskan bahwa dalam setiap proses kaderisasi dan seleksi bacaleg, nilai dan etika harus tetap menjadi pijakan utama.
“Sebagai partai yang mengedepankan nilai-nilai keislaman, kita ingin menghadirkan politik yang beretika. Kader yang kita siapkan bukan hanya cerdas secara politik, tetapi juga memiliki akhlak dan integritas,” ujarnya.
Menurutnya, politik yang baik adalah politik yang tidak kehilangan arah moral. Kepercayaan masyarakat, kata dia, sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku para pelaku politik itu sendiri.
Selain kaderisasi, DPW Gelora Sumsel juga melakukan pemetaan kekuatan di setiap dapil sebagai bagian dari strategi pemenangan. Pendekatan berbasis data dan kondisi lapangan menjadi acuan dalam menentukan langkah-langkah yang akan diambil.
Bendahara DPW Gelora Sumsel, Tedy Dwi Fani, turut menyoroti pentingnya pengelolaan organisasi yang profesional sebagai penopang kerja-kerja politik.
“Organisasi yang baik harus ditopang oleh sistem yang transparan dan akuntabel. Ini penting untuk membangun kepercayaan publik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kesiapan administrasi dan tata kelola organisasi menjadi bagian penting dalam menghadapi tahapan politik ke depan.
Seluruh jajaran DPW Gelora Sumsel sepakat bahwa konsolidasi internal yang kuat menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan politik yang semakin kompetitif. Tanpa soliditas, target sebesar apa pun akan sulit dicapai.
Dengan kaderisasi yang terarah, seleksi bacaleg yang ketat, serta komitmen pada nilai dan etika, Gelora Sumsel optimistis mampu menghadirkan calon-calon legislatif yang berkualitas di seluruh dapil.
Lebih dari itu, partai ini ingin memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
Langkah kaderisasi yang terus digencarkan ini menjadi bukti bahwa Gelora Sumsel tidak ingin berjalan tanpa arah. Setiap proses disiapkan dengan matang, setiap kader dibina dengan serius, dan setiap target diperjuangkan dengan kerja nyata.
Editor: Bangun Lubis



