
BritaBrita.com-Lionel Messi mengakui keunggulan Spanyol setelah Argentina kalah 0-1 pada final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium (Stadion MetLife), East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut menggagalkan ambisi Timnas Argentina menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.
Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu memastikan Spanyol merebut gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka sekaligus mengakhiri perjalanan Argentina sebagai juara bertahan.
Usai pertandingan, seperti dilansir kompas.com, Messi tampak tak mampu menyembunyikan kesedihannya.Kapten Argentina itu terlihat menahan air mata ketika menghampiri suporter Albiceleste, sementara para pemain Spanyol merayakan keberhasilan mengangkat trofi juara.
Meski kecewa, Messi menerima hasil akhir dan mengakui bahwa Spanyol memang tampil lebih baik sepanjang pertandingan. Mereka memang lebih baik, sejujurnya. Kami kalah dan kami menerima hasil itu. Namun, itu tidak berarti kami melupakan semua yang sudah kami lakukan sejauh ini. Saya ingin berterima kasih kepada rakyat Argentina, rekan-rekan setim, dan seluruh negara,” ujar Messi.
Jalannya pertandingan Spanyol vs Argentina Sepanjang laga, Spanyol memang benar-benar mengendalikan permainan. Tim asuhan Luis de la Fuente melepaskan 20 tembakan, sedangkan Argentina hanya mampu mencatatkan satu percobaan, yang baru terjadi pada menit ke-117. Dalam hal penguasaan bola dan distribusi umpan, Spanyol juga jauh lebih dominan dengan 845 operan berbanding 433 milik Argentina.
Messi sendiri dibuat kesulitan mengembangkan permainan. Sepanjang babak pertama ia hanya mencatatkan 15 sentuhan bola, sebelum menutup laga dengan total 54 sentuhan. Di sisi lain, Spanyol sukses meredam pengaruh sang megabintang yang sebelumnya selalu mencetak gol atau assist pada setiap laga fase gugur Piala Dunia 2026.
Final ini kemungkinan menjadi penampilan terakhir Messi di Piala Dunia. Pada usia 39 tahun, ia mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang menjadi starter dalam tiga final Piala Dunia.



