KALAMNEWS

Lima Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

BritaBrita.com,Jakarta – Salah satu tanggal merah terdekat bulan ini adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026. Maulid Nabi merupakan hari peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.

Peringatan ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengenang teladan akhlak mulia Rasulullah SAW, memperbanyak bacaan sholawat, membaca riwayat sirah nabawiyah, seperti Maulid Diba’i dan Simtudduror, serta mempererat silaturahmi.

Namun, peringatan Maulid Nabi bukanlah sekadar seremoni keagamaan tahunan tanpa makna. Ada kedalaman nilai spiritual dan pesan akhlak yang sangat luas di dalamnya. Lantas, apa saja hikmah yang bisa diambil oleh umat Islam?

Makna Hakiki Peringatan Maulid Nabi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Maulid atau Maulud berasal dari bahasa Arab yang berarti hari lahir, tempat lahir, (peringatan) hari lahir Nabi Muhammad SAW.

Secara filosofis, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bermakna merayakan kehadiran pencerahan dan rahmat terbesar yang Allah SWT turunkan ke muka bumi.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah fajar baru yang mengubah jalannya peradaban manusia, dari era kegelapan (jahiliah) menuju cahaya baru. Allah SWT menegaskan makna diutusnya Rasulullah SAW dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:

Baca Juga  Kapolda Dorong Sinergi PLN–Polri untuk Jamin Keandalan Listrik di Sumsel  

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

5 Hikmah Utama Memperingati Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi memiliki sejumlah hikmah. Berikut beberapa di antaranya.

1. Mengungkapkan Kebahagiaan atas Kelahiran Nabi

Sayyid Muhammad Al Maliki dalam kitabnya, seperti dilansir NU Online, menjelaskan rasa bahagia yang diungkapkan saat memperingati kelahiran Nabi SAW sejatinya adalah wujud rasa syukur, karena kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan anugerah terbesar bagi umat Islam. Sudah sepatutnya bahagia ketika memperingati kelahirannya dapat menumbuhkan semangat untuk semakin mengikuti sunnah ajarannya.

2. Menumbuhkan Kembali Mahabbah kepada Rasulullah SAW

Dalam buku Pro Kontra Hukum Perayaan Maulid Nabi SAW karya Linda Novianti, perayaan Maulid dapat menjadi ajang untuk menumbuhkan kembali semangat umat Islam untuk menjaga rasa cintanya pada Rasulullah SAW. Meskipun beliau telah lama meninggalkan dunia, ajaran dan kasih sayangnya masih terus tercurah sampai sekarang.

3. Wujud Rasa Syukur atas Rahmat Allah SWT
Mengutip firman Allah dalam Surah Yunus ayat 58, umat Islam diperintahkan untuk bergembira atas karunia dan rahmat-Nya. Kelahiran Rasulullah adalah rahmat terbesar, sehingga merayakannya dengan sedekah, doa, dan bacaan Al-Qur’an merupakan wujud syukur yang sangat mulia.

Baca Juga  Berhaji Tanpa Ke Mekah

Mendengarkan kisah perjalanan hidup (sirah) dan perjuangan Rasulullah SAW saat majelis Maulid dapat menyegarkan kembali rasa rindu dan cinta kita kepada beliau. Cinta kepada Nabi SAW adalah bagian dari kesempurnaan iman.

4. Sebagai Ajang Syiar dan Dakwah
Peringatan Maulid yang diselenggarakan harus mengandung manfaat kepentingan untuk dakwah Islam. Dengan mengadakan perkumpulan pengajian, peringatan itu menjadi momen untuk menyebarkan agama dan mengenalkan Baginda Nabi.

5. Menghadirkan Ilmu dan Kebaikan
Acara Maulid yang mengumpulkan masyarakat di masjid atau lapangan menjadi sarana ampuh untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi ilmu. Tradisi memberi makan (ith’am ath-tha’am) dan santunan anak yatim saat Maulid juga memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Hikmah Maulid Nabi hendaknya tidak menguap begitu saja setelah acara selesai. Selain itu, baiknya juga meneladani bukti nyata dengan perubahan perilakunya menjadi lebih baik.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button