
BritaBrita.com– Pelajar dan guru di Prancis bakal kembali menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Selasa (10/1) mendatang. Upaya itu dilancarkan untuk terus menekan pemerintah agar memperbaiki anggaran pendidikan.
“Ini adalah saatnya untuk memperluas mobilisasi dengan terus memberikan tekanan kepada pemerintah,” kata serikat pekerja yang mencakup asosiasi guru dan pelajar mengutip Anadolu, Sabtu (7/11).
Mereka mengklaim bahwa gerakan tersebut berada dalam posisi yang kuat, sedangkan pemerintah berada dalam posisi yang lemah dan mulai melunak.
Demonstrasi ini terjadi menyusul kerusuhan yang dipimpin kaum muda serta pemogokan nasional selama berminggu-minggu, melibatkan ratusan ribu pekerja yang memprotes kenaikan biaya hidup.
Aksi ini berlangsung kurang dari enam bulan sebelum Prancis akan menggelar Pemilu Presiden.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan, 70 ribu petugas kepolisian dan aparat keamanan akan dikerahkan.
“Jika ada perusuh atau penjarah, kami akan bersiap dan menunggu mereka,” ujarnya.
Demonstrasi besar-besaran pada Selasa mendatang bertepatan dengan digelarnya pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) negara anggota G7 di Paris. Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada 8-10 November.
Salah satunya yang telah mengonfirmasi kehadirannya adalah Menlu Amerika Serikat (AS) Marco Rubio.



