Penguatan Ideologisasi dan Metode IQNA Partai Gelora dalam Membangun Kader dan Pertarungan Politik di Tengah Masyarakat

Penguatan Ideologisasi dan Metode IQNA Partai Gelombang Rakyat Indonesia dalam Membangun Kader dan Pertarungan Politik di Tengah Masyarakat
BritaBrita.com, PALEMBANG — Semangat penguatan ideologi dan kaderisasi politik tampak mewarnai kegiatan Training For Facilitator (TFF) Ideologisasi Dasar Partai Gelora Indonesia yang berlangsung di ballroom The Zuri Hotel Palembang, Ahad (10 Mei 2026).
Kegiatan yang diselenggarakan DPP Partai Gelora Indonesia tersebut melibatkan peserta dari lima DPW provinsi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yakni Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi dan pendidikan ideologi partai dalam membangun kualitas sumber daya kader yang memiliki kemampuan intelektual, spiritual, serta sosial di tengah dinamika politik dan perkembangan masyarakat modern.
Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat dan diskusi. Para peserta mengikuti berbagai sesi materi mengenai ideologi, metode kaderisasi, hingga strategi membangun komunikasi politik yang sehat di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi antarwilayah dalam memperkuat arah perjuangan partai di kawasan Sumbagsel.
Dalam kegiatan tersebut, materi tentang ideologisasi disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainudin. Ia menjelaskan bahwa ideologi merupakan fondasi penting dalam menjaga arah perjuangan partai agar tetap berpihak kepada rakyat dan cita-cita kebangsaan.
Menurutnya, partai politik tidak cukup hanya hadir pada momentum pemilu, tetapi harus mampu membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan politik yang sehat dan berkelanjutan. Ideologisasi menjadi jalan untuk membangun militansi kader, loyalitas perjuangan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Ideologi bukan sekadar slogan, tetapi menjadi napas perjuangan yang membentuk karakter kader dan menentukan arah gerakan politik,” ujarnya dalam sesi pelatihan.
Ia juga menegaskan bahwa pertarungan politik di tengah masyarakat sejatinya merupakan pertarungan gagasan, visi, dan solusi terhadap persoalan bangsa. Karena itu, kader partai harus memiliki kemampuan memahami dan menjelaskan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, lingkungan, hingga tantangan perubahan global.
Sementara itu, materi mengenai Metode IQNA dipaparkan oleh Ustadz Dr. Jamululail. Ia menjelaskan bahwa metode tersebut merupakan pendekatan kaderisasi yang diarahkan untuk membangun manusia yang matang secara intelektual, spiritual, dan sosial.
Menurutnya, kader politik harus mampu hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar menjadi peserta dalam kontestasi kekuasaan. Karena itu, proses kaderisasi harus menyentuh pembentukan karakter, etika, integritas, dan semangat pelayanan kepada rakyat.
Metode IQNA, lanjutnya, menjadi instrumen penting dalam membangun kualitas kader yang mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Politik, katanya, harus dijalankan dengan moralitas dan orientasi pengabdian agar melahirkan kompetisi politik yang sehat dan bermartabat.
Pelaksanaan kegiatan TFF ini juga memperlihatkan keseriusan Partai Gelora Indonesia dalam membangun kultur politik yang lebih edukatif dan berbasis gagasan. Dengan penguatan ideologisasi dan kaderisasi, partai berharap mampu melahirkan kader yang berpikir strategis, memiliki integritas, serta dekat dengan masyarakat.
Di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, penguatan ideologi dipandang penting agar politik tidak kehilangan orientasi utamanya, yakni menghadirkan solusi dan harapan bagi rakyat. Politik bukan hanya soal perebutan kekuasaan, tetapi juga sarana membangun peradaban dan perubahan sosial yang lebih baik.
Melalui kegiatan Training For Facilitator Ideologisasi Dasar tersebut, Partai Gelora Indonesia ingin mempertegas bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masa depan bangsa. Sebab perubahan besar tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pendidikan, pembinaan, dan penguatan nilai perjuangan yang dilakukan secara konsisten.
Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menentukan arah perubahan politik bangsa. Ketika kader politik mampu hadir dengan gagasan, etika, dan pengabdian nyata, maka politik dapat menjadi jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik, adil, maju, dan bermartabat.
Editor: Bang Bangun Lubis



