POLITIK

Pemerintahan Baru Setahun, Tapi Strategi 2029 Sudah Digemakan

 

BritaBrita.com, Jakarta — Baru setahun berjalan, pemerintahan hasil Pemilu 2024 sudah mulai menatap jauh ke depan. Isyarat politik menuju 2029 kian terasa, baik dari pidato pejabat, gestur partai, hingga manuver politik yang mulai mengemuka.

Di tengah fokus menjalankan program prioritas lima tahun pertama, sejumlah kalangan menilai arah strategi menuju 2029 telah digemakan sejak dini. Hal ini terlihat dari penguatan konsolidasi partai politik, penataan koalisi, dan narasi besar pembangunan jangka panjang.

“Boleh saja berbicara tentang 2029, tapi jangan sampai mengabaikan amanah yang ada di depan mata,” ujar pengamat politik dari Universitas Indonesia, Aditya Perdana, seperti dikutip dari *Kompas* (25/8/2025).

Fenomena ini bukan hal baru. Dalam tradisi politik Indonesia, bayangan pemilu berikutnya memang selalu hadir lebih awal. Partai-partai sibuk menyiapkan figur, citra, serta isu strategis yang akan dijual ke publik. Namun, kali ini berbeda: narasi itu muncul begitu cepat, bahkan ketika pemerintahan baru masih menginjak tahun pertamanya.

Baca Juga  DPW Partai Gelora Sumsel Gelar Rakor Bidang, Rumuskan Langkah Strategis Penguatan Organisasi

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, sinyal ini menunjukkan dua hal. Pertama, kuatnya kompetisi internal partai-partai besar. Kedua, semakin terbukanya ruang komunikasi politik melalui media sosial yang membuat isu 2029 cepat menggema.

“Politik Indonesia itu ibarat panggung panjang. Begitu satu babak dimulai, babak berikutnya sudah disiapkan. Maka wajar jika strategi 2029 sudah ramai dibicarakan sejak sekarang,” kata Burhanuddin dalam wawancara dengan *CNN Indonesia* (24/8/2025).

Meski demikian, publik tetap menaruh perhatian agar pemerintah tidak terjebak dalam euforia elektoral semata. Tantangan ekonomi, isu lingkungan, dan ketidakpastian global menuntut fokus nyata pada program-program sekarang.

Baca Juga  Mengembangkan Partisipasi Politik Masyarakat: Jalan Menuju Demokrasi yang Bermartabat

Suara kritis pun muncul dari kalangan oposisi. Politisi Partai Demokrat, Benny K. Harman, menilai langkah terlalu dini membicarakan 2029 berpotensi mengganggu konsentrasi kerja pemerintahan. “Rakyat ingin melihat hasil kerja nyata, bukan sekadar wacana politik untuk pemilu berikutnya,” ujarnya dalam sebuah diskusi politik di Jakarta.

Bagaimanapun, strategi jangka panjang politik Indonesia kini sudah di atas meja. Tahun 2029 memang masih jauh, tapi denyutnya telah terasa. Dan seperti biasa, rakyatlah yang akan menjadi penonton sekaligus penentu dari panggung besar demokrasi lima tahunan itu.

▪︎ Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button