Sepak Bola Lampung: Dari Persil ke Bhayangkara FC
Dari Enggal sampai Stadion Sumpah Pemuda, dari Gairah Lokal menuju Mimpi Nasional

BritaBrita.com, LAMPUNG –Di bumi Ruwa Jurai, gairah sepak bola bukan sekadar hiburan, melainkan denyut kehidupan.
Di tanah Saburai ini, sepak bola bukan hanya pertandingan, tetapi perasaan dan sejarah yang menyatu dengan masyarakatnya.
Dari era perserikatan, saat Persil (Persatuan Sepak Bola Indonesia Lampung) menggetarkan stadion-stadion kecil hingga hadirnya *Bhayangkara Presisi Lampung FC* yang bersiap bertarung di kasta tertinggi, inilah kisah panjang tentang cinta dan perjuangan Lampung dalam sepak bola Indonesia.
Kini, nama *Bhayangkara Presisi Lampung FC*, atau akrab dijuluki **The Guardian of Saburai**, menjadi simbol baru harapan olahraga di Lampung. Stadion *Sumpah Pemuda* di kawasan PKOR Way Halim menjadi rumah kebanggaan mereka, stadion yang telah direnovasi menjadi modern dan berstandar Liga 1—kini bernama *Super League 2025/2026*.
Sumpah Pemuda Menjadi Saksi Kebangkitan
Pada Senin malam, 28 Juli 2025, langit sempat menumpahkan hujan, namun semangat masyarakat Lampung tak padam. Ribuan pasang mata memenuhi tribun *Stadion Sumpah Pemuda* menyaksikan peluncuran resmi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Sebuah momen monumental yang diresmikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Menpora Dito Ariotedjo.
“Bhayangkara Presisi Lampung FC bukan sekadar klub, tetapi mimpi yang terwujud dari kerinduan panjang masyarakat akan tim profesional yang bisa dibanggakan,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani dalam sambutannya.
Dengan kapasitas 7.159 tempat duduk single seat dan skor 72,9 dari I.League (operator resmi Liga Indonesia Baru), stadion ini masuk dalam lima besar stadion terbaik di Indonesia.
Kebanggaan yang Menyambung Sejarah
Lampung pernah memiliki masa kejayaan melalui klub-klub seperti PSBL (Persatuan Sepak Bola Bandar Lampung) dan Jaka Utama yang berlaga di Galatama.
Namun, setelah melewati masa surut, kini Lampung kembali mengibarkan bendera di tingkat nasional dengan Bhayangkara FC sebagai tumpuan harapan baru.
Kapolri Listyo Sigit dalam peluncuran klub menyampaikan, “Sepak bola adalah perekat bangsa, dan Bhayangkara Presisi Lampung FC hadir untuk menyatukan semangat baru masyarakat Lampung.”
Dari Jalanan ke Liga Profesional
Di jalanan Way Halim, suara anak-anak yang menggiring bola masih terdengar. Mereka adalah benih masa depan, seperti disebut dalam lirik lagu Iwan Fals:
Ramang kecil, Kadir kecil
Menggiring bola di jalanan…Dari semangat seperti inilah, mimpi besar sepak bola Lampung tumbuh dan kini menemukan jalannya kembali ke panggung nasional. Bhayangkara FC menjadi manifestasi perjuangan dari stadion kecil di Enggal hingga kemegahan Stadion Sumpah Pemuda hari ini.
Simbol Optimisme Masa Depan Olahraga Lampung
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, tokoh nasional, dan masyarakat, Bhayangkara Presisi Lampung FC tak hanya menjadi peserta Super League, tapi juga pelita semangat muda Lampung.
Klub ini adalah bukti bahwa dengan keyakinan dan kerja keras, Lampung bisa kembali bersaing, memberi harapan, dan menginspirasi generasi sepak bola masa depan.
*”Mari kita jadikan Stadion Sumpah Pemuda tempat yang aman dan nyaman. Dukung Bhayangkara FC sebagai wakil kebanggaan kita di Super League 2025/2026 yang dimulai 8 Agustus mendatang.”Rahmat Mirzani Djausal, Gubernur Lampung
▪︎ BangunLubis



