NASIONALNEWS

Israel Bombardir Suriah, Turkiye Langsung Murka

BritaBrita.com,DAMASKUS – Israel melancarkan delapan serangan udara yang menghantam Pangkalan Udara Abu al-Duhur di barat laut Suriah, Selasa (18/8/2026).  Media pemerintah Suriah, Ekhbariya, melaporkan jet tempur Israel menggempur landasan pacu serta fasilitas penyimpanan di pangkalan tersebut.

Pangkalan militer ini berjarak sekitar 70 kilometer di timur perbatasan Turkiye. Aksi militer tersebut memicu kemarahan dan kecaman keras dari Turkiye, sebagaimana dilansir Reuters.

Kementerian Luar Negeri Turkiye menegaskan, tindakan Israel telah melanggar persatuan dan integritas wilayah Suriah secara terang-terangan. “Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap yang lebih tegas guna mengakhiri eskalasi agresi Israel yang terus meningkat terhadap Suriah,” ujar Kementerian Luar Negeri Turkiye dalam pernyataan resminya.

Ankara sebelumnya telah menuduh Israel sengaja mencoba memprovokasi stabilitas Suriah dan mengikis pemerintahan barunya.  Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan pada 6 Agustus lalu juga sempat mengingatkan bahwa agresi berulang Israel terus mengancam keamanan Suriah.

Baca Juga  Sah, Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 2025-2027 Resmi Dilantik

Di sisi lain, pihak Israel bergeming dan mengeklaim pengeboman tersebut dilakukan karena Suriah telah mengizinkan penempatan tentara Turkiye di pangkalan Abu al-Duhur.  Pihak Israel menilai, langkah tersebut berada di ambang batas pelanggaran kesepakatan status quo keamanan. “Israel berulang kali memperingatkan Suriah bahwa penempatan semacam itu akan menimbulkan ancaman bagi keamanan Israel. Suriah memilih untuk mengabaikan peringatan ini,” bunyi pernyataan resmi dari kantor PM Israel Benjamin Netanyahu.

“Israel tidak akan menoleransi ancaman terhadap keamanannya,” tambah pernyataan tersebut. Meski demikian, pihak Turkiye dalam pernyataan resminya tidak mengonfirmasi apakah tentara mereka benar-benar berada di pangkalan Abu al-Duhur saat serangan terjadi.

Kritik dari AS Serangan militer pertama Israel ke aset pemerintah Suriah sejak Maret lalu ini juga menuai kritik tajam dari Amerika Serikat (AS).  Utusan Khusus AS untuk Suriah dan Irak sekaligus Duta Besar AS untuk Turkiye, Tom Barrack, menyebut pengeboman tersebut sebagai langkah yang merusak stabilitas kawasan.

Baca Juga  Musyawarah V Sekber LARM se-Sumatera Resmi Ditutup

“AS sangat prihatin bahwa serangan udara Israel yang terkonfirmasi di Pangkalan Udara Abu al-Duhur merupakan eskalasi yang tidak perlu dan tidak memajukan stabilitas regional,” tulis Barrack di platform media sosial X. “Kami mendorong semua pihak untuk memprioritaskan wacana yang logis daripada insiden militer lebih lanjut,” tambahnya.

Dari pihak Damaskus, Menteri Luar Negeri Suriah Assad al-Shibani turut mendesak agar agresi ini dihentikan.  Dalam konferensi pers bersama Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi di Damaskus, Shibani memperingatkan Israel bahwa mereka tidak hanya berhadapan dengan Damaskus, tetapi juga sekutu-sekutunya.

“Serangan-serangan ini tidak memiliki pembenaran keamanan. Kami akan melanjutkan jalur diplomatik kami untuk mencegah Israel dari kebijakan ini dan memaksanya menghentikan serangannya terhadap Suriah,” tegas Shibani seperti dilansir kompas.com.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button